Paris, Sumselupdate.com — Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Antariksa Internasional atau International Space Summit pertama resmi dibuka di Prancis pada Rabu (9/9/2026). Forum tersebut mempertemukan hampir 120 delegasi dari berbagai negara untuk membahas masa depan eksplorasi dan pemanfaatan luar angkasa.
Agenda pembahasan mencakup keamanan antariksa, regulasi, hingga pengembangan sektor komersial. Namun, penyelenggaraan KTT ini diwarnai ketidakhadiran sejumlah perusahaan antariksa besar Amerika Serikat (AS), termasuk SpaceX dan Blue Origin.
Seorang pejabat Kementerian Pendidikan Tinggi, Riset, dan Antariksa Prancis mengatakan SpaceX, Blue Origin, produsen roket Stoke Space, serta perusahaan rintisan pusat data antariksa Starcloud telah memberitahukan kepada otoritas Prancis mengenai pembatalan keikutsertaan mereka.
Ketidakhadiran perusahaan-perusahaan tersebut dilaporkan terjadi setelah adanya tekanan dari pemerintah AS. Politico sebelumnya melaporkan, Kantor Kebijakan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung Putih (OSTP) mendorong sejumlah perusahaan antariksa AS untuk tidak menghadiri KTT tersebut.
Menurut laporan Politico yang mengutip sumber-sumber terkait, pejabat OSTP menilai Prancis tidak melakukan koordinasi dengan pemerintah AS dalam penyelenggaraan KTT. Washington juga disebut menuduh Prancis menerapkan “praktik antipersaingan”.
Selain itu, pejabat AS disebut mempertanyakan komposisi panel diskusi dalam forum tersebut yang dinilai tidak cukup memasukkan perspektif Amerika dan berpotensi melemahkan kepentingan industri antariksa AS.
Pemerintah Prancis menyatakan tetap ingin mempertahankan kerja sama dengan AS meski hubungan tersebut menghadapi tantangan akibat perubahan arah strategis dan tekanan politik.
“Kami tentu saja ingin terus bekerja sama dengan mitra dan sekutu kami di AS, meskipun perubahan arah strategis dan tekanan politik terkadang membuat tugas ini menjadi rumit tanpa alasan yang perlu,” kata juru bicara Kementerian Pendidikan Tinggi, Riset, dan Antariksa Prancis.
Menteri Antariksa Prancis Philippe Baptiste juga menegaskan bahwa perusahaan dan pihak AS tetap diharapkan hadir dalam forum tersebut.
“Amerika tidak hanya disambut baik, kami ingin kalian hadir di sana,” tulis Baptiste melalui platform X. Ia juga menyerukan agar AS tidak takut terhadap multilateralisme.
Persaingan Antariksa AS dan Eropa
Direktur Foundation for Strategic Research Xavier Pasco menilai ketidakhadiran perusahaan-perusahaan besar AS tidak terlepas dari faktor politik dan persaingan regulasi antara AS dan Eropa.
Menurut Pasco dalam wawancara dengan lembaga penyiaran publik Belgia RTBF, Uni Eropa tengah mempersiapkan Undang-Undang Antariksa atau Space Act yang akan mengatur tata kelola berbagai aktivitas antariksa.
AS disebut berkepentingan untuk turut berperan dalam pembentukan aturan tersebut. Kondisi itu, menurut Pasco, memperlihatkan adanya dimensi konfrontasi simbolis dalam hubungan antariksa AS dan Eropa.
“Antariksa terdampak oleh pergolakan geopolitik,” kata astronaut Prancis Thomas Pesquet, yang ditunjuk sebagai utusan khusus Presiden Prancis Emmanuel Macron untuk KTT tersebut, dalam wawancara dengan TF1.
Ketegangan itu muncul ketika AS di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump berupaya mempertahankan posisi dominannya di sektor antariksa. Trump sebelumnya mengunggah gambar bertuliskan “THE MOON IS OURS” atau “BULAN ADALAH MILIK KITA” di platform Truth Social, disertai gambar bendera AS.
Pada Desember 2025, Trump juga menandatangani perintah eksekutif bertajuk “Ensuring American Space Superiority” atau Memastikan Superioritas Amerika di Antariksa.
Perintah tersebut antara lain menyerukan agar AS kembali mengirimkan astronaut ke Bulan pada 2028, membangun landasan bagi pengembangan ekonomi di Bulan, serta mempersiapkan misi menuju Mars.
Editor senior bidang antariksa Ars Technica, Eric Berger, mengatakan salah satu alasan perusahaan antariksa AS menarik diri dari KTT tersebut kemungkinan berkaitan dengan pandangan pemerintah bahwa industri antariksa komersial merupakan salah satu kekuatan strategis Amerika yang perlu dilindungi.
Di sisi lain, Prancis dan sejumlah negara Eropa tengah berupaya memperkuat kapasitas antariksa mereka dan mengurangi ketergantungan terhadap teknologi maupun perusahaan AS.
Seorang pejabat antariksa Eropa mengatakan strategi tersebut bukan dimaksudkan untuk memutus hubungan dengan AS, melainkan memperluas kemitraan dengan negara dan perusahaan lain.
“Sisi positifnya adalah kami sedang mendiversifikasi kemitraan kami di seluruh dunia, berinvestasi dalam industri antariksa kami. Ini bukan soal memisahkan diri, melainkan melihat apa yang bisa kami lakukan bersama mitra lain,” ujarnya.
Anggota Parlemen Eropa asal Prancis Christophe Grudler, yang turut terlibat dalam penyusunan Undang-Undang Antariksa Uni Eropa, mengatakan sikap kooperatif dari para pelaku industri antariksa akan menjadi nilai positif dalam proses tersebut.
Persaingan di Orbit dan Komunikasi Satelit
Salah satu sektor yang berpotensi menjadi titik ketegangan antara AS dan Eropa adalah komunikasi satelit.
Program IRIS² milik Uni Eropa disebut menjadi salah satu faktor yang memicu perhatian Washington. Program tersebut merupakan bagian dari upaya Eropa membangun kapasitas komunikasi satelit yang lebih mandiri.
Upaya tersebut berpotensi menantang posisi perusahaan AS, termasuk SpaceX, di pasar layanan internet pita lebar berbasis satelit.
Seorang CEO perusahaan satelit yang dikutip Politico menyebut terdapat dua sumber daya terbatas yang menjadi perhatian utama dalam persaingan tersebut, yakni orbit dan spektrum frekuensi.
Menurutnya, keinginan Eropa untuk memperkuat posisi di kedua bidang tersebut dapat dipandang sebagai tantangan terhadap dominasi SpaceX.
“Oleh karena itu, tidak mengherankan jika Eropa ingin fokus pada bidang ini, dan tidak mengherankan pula jika pemerintah AS meresponsnya dengan melakukan aksi boikot,” ujar CEO tersebut.
Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa persaingan antariksa kini tidak hanya berkaitan dengan kemampuan meluncurkan roket atau mengirim astronaut ke Bulan dan Mars. Regulasi, akses orbit, spektrum frekuensi, komunikasi satelit, serta penguasaan pasar komersial juga menjadi bagian penting dari persaingan strategis antara AS dan Eropa.
(**)











