Kabut Asap Lintas Batas Makin Parah, PM Malaysia Anwar Ibrahim Desak ASEAN Perkuat Mekanisme Penanganan

Writer: - Kamis, 10 September 2026
Foto yang diabadikan pada 12 September 2019 ini memperlihatkan Menara Kembar Petronas yang diselimuti kabut asap di Kuala Lumpur, Malaysia. (Xinhua/Lin Hao)

Kuala Lumpur, Sumselupdate.com — Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mendesak ASEAN meninjau dan memperkuat mekanisme penanganan kabut asap lintas batas menyusul buruknya kualitas udara yang masih terjadi di sejumlah wilayah kawasan.

Anwar mengatakan persoalan kabut asap yang berulang harus mendapat perhatian serius karena berdampak langsung terhadap kesehatan dan kehidupan masyarakat.

Read More

Menurutnya, mekanisme yang telah dimiliki ASEAN perlu diterjemahkan menjadi langkah yang lebih efektif, terutama dalam menangani sumber kabut asap lintas batas.

“Masih ada ruang untuk perbaikan. Saya pikir para menteri ASEAN harus meninjau hal itu dengan serius, karena dampaknya memengaruhi kehidupan masyarakat, terutama anak-anak dan bayi,” ujar Anwar dalam taklimat pers pada Selasa (8/9).

Ia juga menyoroti kondisi di Serian, sebuah distrik di Negara Bagian Sarawak yang berada di bagian utara Pulau Kalimantan atau Borneo.

Anwar menyebut situasi di wilayah tersebut sangat mengkhawatirkan setelah kualitas udara mencapai tingkat berbahaya.

Status darurat di Serian berakhir pada Senin (7/9). Namun, kualitas udara di distrik tersebut kembali memburuk hingga mencapai kategori berbahaya pada Selasa dini hari waktu setempat.

Indeks Polutan Udara (Air Pollutant Index/API) di Serian tercatat mencapai 302.

Berdasarkan skala kualitas udara Malaysia, API 0-50 dikategorikan “baik”, 51-100 “moderat”, 101-200 “tidak sehat”, 201-300 “sangat tidak sehat”, sedangkan angka 301 ke atas masuk kategori “berbahaya”.

Selain persoalan kualitas udara, Anwar juga menanggapi tuduhan terkait pembakaran lahan secara terbuka di Indonesia yang diduga melibatkan perusahaan-perusahaan asal Malaysia.

Ia menegaskan setiap dugaan tersebut harus terlebih dahulu diselidiki secara menyeluruh untuk mengetahui penyebab sebenarnya dari kebakaran sebelum tindakan hukum diambil terhadap pihak yang bertanggung jawab.

Anwar mengatakan Malaysia akan menghormati setiap langkah penegakan hukum yang dilakukan otoritas Indonesia.

Ia juga menegaskan pemerintah Malaysia tidak akan melakukan intervensi untuk melindungi perusahaan-perusahaan Malaysia yang terbukti berkontribusi terhadap terjadinya kabut asap.

Pernyataan tersebut disampaikan ketika persoalan kabut asap lintas batas kembali menjadi perhatian di kawasan Asia Tenggara, sekaligus mendorong perlunya koordinasi yang lebih kuat antarnegara ASEAN dalam mencegah dan menangani kebakaran lahan.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts