Iran Tegaskan Kendali Penuh Selat Hormuz, Semua Kapal Wajib Kantongi Izin

Writer: - Minggu, 31 Mei 2026
Kapal-kapal dagang yang tertahan di perairan Selat Hormuz, di dekat Khasab, sebuah kota kecil di bagian utara Oman, pada 29 Mei 2026. (Xinhua/Wen Xinnian)

Teheran, Sumselupdate.com – Iran menegaskan kendali penuh atas Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran energi terpenting di dunia. Melalui Markas Pusat Khatam al-Anbiya, angkatan bersenjata Iran menyatakan seluruh kapal, termasuk kapal dagang dan tanker minyak, wajib mengikuti rute yang telah ditetapkan serta memperoleh izin dari Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) sebelum melintas di perairan tersebut.

Komando militer utama Iran, Markas Pusat Khatam al-Anbiya, pada Sabtu (30/5) mengatakan angkatan bersenjata Iran sedang menjalankan pengelolaan atas Selat Hormuz dengan otoritas penuh, demikian dilaporkan kantor berita resmi Iran, IRNA.

Read More

Saat menyampaikan hal tersebut dalam sebuah pernyataan, pihak markas pusat itu menekankan bahwa untuk melintasi jalur perairan itu, semua kapal, termasuk kapal komersial dan kapal tanker minyak, wajib melintasi rute-rute yang telah ditentukan oleh Iran dan memperoleh izin dari Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC).

Markas pusat itu memperingatkan bahwa angkatan bersenjata Iran akan merespons setiap tindakan kapal militer yang berusaha ikut campur dalam pengelolaan Selat Hormuz atau mengganggu lalu lintas di jalur perairan tersebut.

Sementara itu, Angkatan Laut IRGC pada Sabtu menyatakan bahwa 20 kapal telah melintasi selat tersebut dalam 24 jam terakhir melalui koordinasi dengan pasukannya dan otoritas maritim Iran, menurut kantor berita semiresmi Iran, Fars.

Fars mengutip pernyataan sejumlah pejabat Angkatan Laut IRGC yang menyebutkan bahwa kapal-kapal tersebut memperoleh izin untuk melintasi selat karena kebutuhan negara mereka akan komoditas seperti pupuk kimia.

Iran memperketat kendalinya atas Selat Hormuz mulai 28 Februari, ketika negara itu melarang kapal-kapal milik atau yang berafiliasi dengan Israel dan Amerika Serikat (AS) untuk melintas dengan aman, menyusul serangan gabungan AS-Israel terhadap wilayah Iran.

AS juga memberlakukan blokade laut di Selat Hormuz, mencegah kapal-kapal yang berlayar menuju dan dari pelabuhan-pelabuhan Iran melintasi jalur perairan itu.(xn)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts