Laporan Haris Widodo
Palembang, Sumselupdate.com — Setelah berhasil membangun konsep rumah tahfidz, Lapas Merah Mata kembali membuat inovasi yang baru, yakni dengan membuat pesantren untuk warga binaan.
“Meski Covid-19, kegiatan pembinaan tetap kita jalankan. Kita gunakan dua cara lewat aplikasi zoom dan juga tatap muka langsung tetapi dengan protokol kesehatan. Kita berikan masker untuk dipakai. Hal ini untuk mencegah penyebaran Covid-19 di lingkungan Lapas Merah Mata,” ujar Kepala Lapas Kelas I Merah Mata Palembang Kadiyono, Kamis (29/10/2020).
Dalam pelaksanaanya, ada dua kelas yang dibuka untuk warga binaan. Kelas pertama berjumlah 25 orang, dan kelas kedua untuk kelas status mahir. Dengan adanya program ini, dirinya berharap stigma yang mengerikan tentang warga bina dapat terluruskan.
“Pada prakteknya warga binaan juga akan melakukan tatap muka, kita mendatangkan langsung tenaga pengajar dari luar Lapas. Dalam kegiatan keagamaan tatap muka tetap mengutamakan protokol kesehatan, seluruh warga,” imbuhnya.
Acara tersebut berlangsung di Aula Lapas memenerapkan protokol kesehatan.(**)











