Enam Naskah Puisi Masuk Babak Final, Ini Aspek Penilaiannya

Juri (kiri) saat mengumumkan enam besar Lomba Karya Puisi didampingi ketua KBMPP (tengah), ketua KNPI PALI (kanan)

PALI, sumselupdate.com – Setelah melalui tahapan penilaian oleh dewan juri, 51 naskah puisi yang diterima panitia Lomba Karya Puisi gelaran DPD KNPI PALI bekerjasama dengan Keluarga Besar Mahasiwa Pemuda PALI (KBMPP) itu telah ditetapkan. Enam naskah puisi terbaik, terpilih sebagai finalis.

Keenam naskah puisi tersebut antara lain, puisi karya Akri Winarto dengan judul Bocah-bocah berdarah Api, kemudian puisi karya Rico Hernando dengan judul Negeri Kebiri, puisi karya Iman Gentar Pratama dengan judul Sang Lentera Bangsa.

Bacaan Lainnya

Lalu ada puisi berjudul Pesan Untuk Pemuda karya Tika Fitriyana, puisi karya Icha Shintya dengan judul Ikrar Martir Bangsa serta puisi karya Anjar Wulan dengan judul Anak Negeri Ini.

“Keenam pemenang tersebut akan memasuki babak final yang akan digelar besok (30/10/2020) bertempat di Cafe Daun, dekat Lapangan Golf, kelurahan Handayani Mulya. Nantinya mereka akan membacakan puisi buatan mereka sendiri. Dari situlah akan dinilai untuk menentukan juara satu, juara dua, juara tiga serta juara harapan satu, harapan dua dan harapan tiga,” jelas Pandu, ketua KBMPP Sumatera Selatan, Kamis (29/10/2020).

Selain itu, Pandu juga menerangkan bahwa Lomba Karya Puisi itu digelar sejak tanggal 20 September hingga sekarang, yang mana para peserta mengirimkan karya puisi mereka secara online ke email yang sudah ditetapkan panitia. “Enam besar di atas merupakan hasil penilaian dewan juri secara objektif dan independen,” pungkasnya.

Sementara itu, Citra Wulandari salahsatu juri Lomba Karya Puisi menerangkan bahwa yang menjadi penilaian ada beberapa aspek.

“Seperti kelengkapan aspek formal puisi yang meliputi judul, pengarang, tipografi dan titik mangsa penulisan. Kemudian aspek keselarasan unsur puisi yang meliputi citraan, majas, rima dan irama, diksi dan idiom, serta aspek kesesuaian tema puisi yang meliputi pengembangan tema, amanat dan sikap penulis,” jelasnya.

Namun, untuk format penilaian pembacaan puisi ditambahkan Citra memiliki empat aspek, yaitu penafsiran, penghayatan, vokal dan penampilan.

“Nantinya nilai naskah puisi dan pembacaan puisi akan diakumulasi, baru kemudian ditetapkan juara 1, 2, 3 dan juara harapan 1, harapan 2, dan harapan 3,” tutupnya.

Di tempat yang sama, M Anasrul Dwi N, ketua DPD KNPI PALI menerangkan bahwa digelarnya Lomba Karya Puisi tersebut tidak lain untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda yang ke-92 tahun, tanggal 28 Oktober 2020.

“Sesuai dengan motto KNPI PALI Bergerak dengan Karya, tentunya dalam rangka memperingati HSP ke-92 kami menggelar Lomba Karya Puisi. Serta melalui kegiatan ini juga, diharapkan bisa meningkatkan minat dan bakat generasi muda PALI dalam seni sastra yang diaktualisasikan lewat sebuah puisi,” kata Bung Anas, sapaan akrabnya.

Nantinya, lanjut Bung Anas, para peserta yang sudah mengirimkan naskah puisi akan dijadikan sebuah buku kumpulan puisi dan juga diberikan e-sertifikat.

“Serta untuk para pemenang juara 1, 2, 3 dan juara harapan 1, 2, 3 akan mendapatkan trophy, piagam penghargaan serta uang pembinaan. Dalam kesempatan ini, saya mengucapkan terimakasih kepada seluruh panitia yang terlibat dalam menyukseskan kegiatan ini. Terimakasih juga khusus kami sampaikan kepada Pemerintah Kabupaten PALI, yang selalu mensuport kegiatan KNPI PALI,” tutupnya. (adj)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.