Iptu Dohan Yoanda Prima, Sosok Muda di Balik Pengungkapan Narkoba di Pagaralam

Writer: - Selasa, 1 September 2026
Iptu Dohan Yoanda Prima (dok. pribadi)

Pagaralam,Sumselupdate.com — Di tengah ancaman peredaran narkotika yang terus membayangi masyarakat, sosok muda Iptu Dohan Yoanda Prima, S.Tr.K., M.Si., dipercaya memimpin Satuan Reserse Narkoba Polres Pagaralam.

Sejak dipercaya menjabat sebagai PS Kasatresnarkoba pada 30 Juli 2026, ia membawa pengalaman panjang di bidang reserse untuk memperkuat pengungkapan jaringan narkotika di wilayah hukum Pagaralam.

Read More

Dohan bukan datang dari ruang kerja yang jauh dari dinamika lapangan. Sebelum menduduki jabatan di Pagaralam, ia telah melewati sejumlah penugasan di fungsi reserse, mulai dari Kanit 1 dan Kanit 2 Satreskrim Polres Prabumulih hingga Kanitreskrim di sejumlah polsek jajaran Polres Musi Banyuasin. Riwayat jabatan tersebut tercatat dalam daftar riwayat hidup personelnya.

Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 2020 itu kini menghadapi tantangan berbeda.

Jika sebelumnya fokus pada penanganan berbagai perkara pidana umum, di Pagaralam ia dipercaya mengomandoi satuan yang berhadapan langsung dengan peredaran gelap narkotika.

Di bawah kepemimpinannya, jajaran Satresnarkoba Polres Pagaralam bergerak mengungkap sejumlah kasus narkotika, baik peredaran ganja, sabu-sabu maupun jenis narkotika lainnya.

“Pengungkapan kasus narkotika ini merupakan bentuk komitmen kami untuk terus memberantas peredaran narkoba di wilayah hukum Polres Pagaralam,” ujar Iptu Dohan Yoanda Prima.

Bagi Dohan, pengungkapan perkara bukan sekadar menangkap pelaku. Setiap kasus menjadi pintu untuk melihat bagaimana narkotika masuk, diedarkan dan sampai ke tangan pengguna.

Karena itu, ia menekankan pentingnya kerja penyelidikan yang berkesinambungan. Informasi sekecil apa pun harus ditindaklanjuti ketika memiliki keterkaitan dengan jaringan peredaran narkotika.

“Setiap informasi yang berkaitan dengan peredaran narkoba akan kami tindak lanjuti. Kami tidak ingin memberikan ruang bagi pelaku untuk mengembangkan jaringan di Pagaralam,” katanya.

Iptu Dohan Yoanda Prima, Sosok Muda di Balik Pengungkapan Narkoba di Pagaralam (Sumsleupdate.com/ Ist)

Dipimpin Dua Unit

Dalam menjalankan tugasnya, Dohan membawahi dua unit penyidikan. Unit Idik 1 dipimpin oleh Ipda Bernard Yobel Gultom, sedangkan Unit Idik 2 dipimpin Ipda Dobi Febriansyah.

Dua unit tersebut menjadi bagian penting dalam kerja Satresnarkoba untuk melakukan penyelidikan dan pengungkapan perkara narkotika di lapangan.

Pembagian tugas tersebut membuat proses penanganan perkara dapat dilakukan secara lebih terarah, mulai dari pengembangan informasi, penyelidikan, pengungkapan hingga proses hukum terhadap tersangka dan barang bukti.

“Kami bekerja sebagai satu tim. Setiap anggota memiliki tugas dan tanggung jawab masing-masing, tetapi tujuannya sama, yaitu bagaimana peredaran narkotika bisa kami tekan dan ungkap,” ujar Dohan.

Dari Akpol ke Lapangan

Karier kepolisian Dohan dimulai setelah menyelesaikan pendidikan Akpol pada 2020. Dokumen riwayat hidup mencatat ia kemudian menjalani sejumlah penugasan, termasuk sebagai Danton 2 Kie 1 Sipasdal Subditdalmas Ditsamapta Polda Sumsel. Setelah itu, ia masuk ke fungsi reserse di Polres Prabumulih dan selanjutnya bertugas di Polres Musi Banyuasin.

Pengalaman tersebut kemudian dilengkapi pendidikan pengembangan dan pelatihan. Dohan tercatat mengikuti Dikbangspes Perwira Pertama Manajemen Fungsi Teknis Reskrim pada 2021 serta sertifikasi penyidik dan penyidik pembantu tindak pidana umum pada 2025.

Di luar pendidikan kepolisian, Dohan juga menyelesaikan pendidikan S2 di Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Candradimuka pada 2025.

Kini, pengalaman tersebut diuji di Pagaralam. Sebagai Kasatresnarkoba, ia berada di garis depan bersama personelnya untuk memutus mata rantai peredaran narkotika.

“Yang paling penting adalah konsistensi. Pemberantasan narkoba tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi membutuhkan kerja sama seluruh anggota dan dukungan masyarakat,” tegasnya.

Di balik sejumlah pengungkapan kasus narkoba yang dilakukan Satresnarkoba Polres Pagaralam, terdapat kerja panjang yang tidak selalu terlihat.

Ada informasi yang harus diverifikasi, penyelidikan yang membutuhkan ketelitian dan pengembangan perkara yang harus dilakukan secara hati-hati.

Dohan bersama dua unit yang dipimpinnya memilih bekerja dalam pola tersebut: membangun informasi, mengembangkan penyelidikan dan bergerak ketika bukti telah cukup.

Sebab bagi seorang perwira muda yang dipercaya memimpin pemberantasan narkotika, keberhasilan bukan hanya tentang berapa banyak tersangka yang diamankan atau barang bukti yang disita.

Lebih jauh, keberhasilan adalah ketika ruang gerak jaringan narkotika semakin sempit dan masyarakat Pagaralam semakin terlindungi dari ancaman narkoba.

Kalau diinginkan, saya juga bisa buatkan versi lebih “berat” bergaya headline media online, dengan pembukaan yang lebih dramatis dan menonjolkan rekam jejak pengungkapan kasus narkoba Dohan sejak menjabat di Pagaralam.(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts