Angkat Kekayaan Lokal Pangkalpinang, Kanwil Kemenkum Babel Gali Potensi IG Kerajinan Tudung Saji

Writer: - Selasa, 1 September 2026
Angkat Kekayaan Lokal Pangkalpinang, Kanwil Kemenkum Babel Gali Potensi IG Kerajinan Tudung Saji (Sumselupdate.com/ Ist)

Pangkalpinang, Sumselupdate.com — Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kepulauan Bangka Belitung terus mendorong pelindungan kekayaan intelektual berbasis potensi lokal.

Upaya tersebut dilakukan melalui koordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pangkalpinang dalam rangka menggali potensi Indikasi Geografis Kerajinan Tudung Saji.

Read More

Kerajinan Tudung Saji merupakan salah satu kerajinan yang memiliki nilai budaya dan mencerminkan keterampilan masyarakat setempat.

Keberadaannya sebagai bagian dari warisan budaya daerah menjadi potensi yang perlu terus dilestarikan, dikembangkan, dan didorong untuk mendapatkan pelindungan kekayaan intelektual.

Koordinasi tersebut dilaksanakan oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kepulauan Bangka Belitung Johan Manurung yang diwakili oleh Kepala Divisi Pelayanan Hukum, Kaswo di dampingi Kepala Bidang Kekayaan Intelektual, Adi Riyanto.

Dari Pemerintah Kota Pangkalpinang, kegiatan dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pangkalpinang, Darwin, S.Pd.Mat.; Kepala Bidang Kebudayaan, Ratna Purnamasari.

Dalam pertemuan tersebut, dibahas sejumlah aspek yang berkaitan dengan potensi IG Kerajinan Tudung Saji, meliputi sejarah dan keberadaan kerajinan, karakteristik produk, bahan yang digunakan, proses pembuatan, keterampilan masyarakat, hingga keterkaitannya dengan wilayah geografis Kota Pangkalpinang.

Kanwil Kemenkum Babel mendorong agar proses inventarisasi dan pendataan Kerajinan Tudung Saji dilakukan secara komprehensif.

Data tersebut menjadi bagian penting dalam pengkajian potensi dan kelayakan produk sebagai Indikasi Geografis, sekaligus sebagai upaya mendokumentasikan kekayaan budaya yang berkembang di masyarakat.

Kepala Divisi Pelayanan Hukum, Kaswo, menyampaikan bahwa penguatan pelindungan kekayaan intelektual daerah membutuhkan sinergi antara pemerintah daerah, dan masyarakat.

Menurutnya, potensi lokal seperti Kerajinan Tudung Saji tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga berpotensi memberikan nilai tambah bagi masyarakat apabila dikelola dan dilindungi secara optimal.

“Kerajinan Tudung Saji memiliki nilai budaya dan keterampilan masyarakat yang perlu kita jaga bersama. Melalui koordinasi ini, kami ingin memastikan potensi tersebut dapat didata dan dikaji secara baik sehingga ke depannya dapat diarahkan untuk memperoleh pelindungan kekayaan intelektual, termasuk melalui Indikasi Geografis,” ujar Kaswo.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pangkalpinang menyambut baik koordinasi yang dilakukan Kanwil Kemenkum Babel.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat upaya pelestarian dan pengembangan Kerajinan Tudung Saji sebagai salah satu kekayaan lokal Pangkalpinang.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kepulauan Bangka Belitung, Johan Manurung, mengatakan bahwa perlindungan kekayaan intelektual merupakan bagian penting dalam menjaga identitas sekaligus mengembangkan potensi ekonomi daerah.

“Kami mendorong agar potensi Kerajinan Tudung Saji ini dapat terus digali dan dikembangkan, tidak hanya sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai kekayaan intelektual yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Untuk itu, diperlukan sinergi dan komitmen bersama antara pemerintah daerah, pelaku kerajinan, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan agar proses inventarisasi hingga pengkajian potensi Indikasi Geografis dapat berjalan dengan baik,” ujar Johan.

Johan menambahkan bahwa Kanwil Kemenkum Babel siap memberikan pendampingan dan fasilitasi sesuai dengan tugas dan kewenangan dalam rangka mendorong peningkatan kesadaran serta pelindungan kekayaan intelektual di daerah.

“Harapan kami, Kerajinan Tudung Saji dapat menjadi salah satu kekayaan lokal Pangkalpinang yang semakin dikenal, memiliki nilai tambah, dan terlindungi secara hukum. Ini merupakan bagian dari upaya kita bersama untuk menjaga warisan budaya sekaligus membuka peluang pengembangan ekonomi masyarakat,” tutupnya.(rel)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts