Sampah Palembang Mulai Masuk PSEL, Tonggak Baru Pengelolaan Lingkungan

Writer: - Selasa, 1 September 2026
Sampah dari berbagai wilayah di Kota Palembang mulai dikirim ke fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL). (Sumselupdate.com/Istimewa)

Palembang, Sumselupdate.com – Pemerintah Kota Palembang memulai babak baru dalam pengelolaan sampah. Untuk pertama kalinya, sampah dari berbagai wilayah di Kota Palembang mulai dikirim ke fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL).

Walikota Palembang Drs. H. Ratu Dewa, M.Si., mengatakan dimulainya pengiriman sampah tersebut menjadi langkah penting dalam penerapan sistem pengelolaan sampah modern yang tidak hanya berorientasi pada penanganan limbah, tetapi juga pemanfaatannya sebagai sumber energi.

Read More

“Hari ini adalah hari perdana masuknya sampah dari beberapa tempat ke PSEL yang menghasilkan energi listrik. Dari Dinas Lingkungan Hidup diperkirakan sampah yang masuk mencapai 960 ton per hari,” ujar Ratu Dewa saat meninjau fasilitas PSEL.

Menurut Ratu Dewa, keberadaan PSEL menjadi salah satu solusi jangka panjang dalam mengatasi persoalan sampah perkotaan yang terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan aktivitas masyarakat.

Ia menegaskan proyek tersebut memiliki posisi strategis karena Palembang menjadi salah satu daerah percontohan dalam pengembangan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi di Indonesia.

Baca juga: Ratu Dewa Percepat Proyek PSEL Palembang, Progres Capai 93 Persen dan Siap Kelola 1.000 Ton Sampah per Hari

“Ini merupakan proyek strategis nasional dan Palembang menjadi salah satu percontohan. Jadi kita berharap pelaksanaannya berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.

Sampah yang dikirim ke fasilitas PSEL tidak langsung masuk ke proses pembakaran. Material sampah terlebih dahulu menjalani proses pengolahan, termasuk fermentasi selama kurang lebih lima hingga tujuh hari sebelum memasuki tahapan selanjutnya untuk menghasilkan energi listrik.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Palembang Akhmad Mustain mengatakan, distribusi sampah ke PSEL dilakukan dari seluruh wilayah Kota Palembang dengan melibatkan jaringan pengangkutan dari lebih dari 400 Tempat Penampungan Sementara (TPS).

Dari total produksi sampah Kota Palembang yang mencapai sekitar 1.260 ton per hari, sebanyak 960 hingga 1.000 ton diarahkan menuju bunker PSEL.

Baca juga: Gibran Minta PSEL Palembang Tak Sekadar Jadi Proyek, Harus Buka Lapangan Kerja

“Pengangkutan mencakup seluruh wilayah. Kita terus mengatur ritase armada agar distribusi sampah menuju PSEL dapat berjalan optimal,” jelasnya.

Untuk memastikan pasokan sampah berjalan lancar, Pemkot Palembang mengoperasikan 141 armada pengangkut dari total 160 armada yang tersedia. Ke depan, pemerintah kota juga berencana menambah armada melalui Anggaran Perubahan.

Penambahan kendaraan pengangkut tersebut diharapkan dapat memperkuat sistem distribusi sampah sekaligus mengoptimalkan pelayanan kebersihan di seluruh wilayah kota.

PSEL Palembang sendiri akan memasuki agenda penting pada 10 September 2026 mendatang. Sejumlah pejabat pemerintah pusat dijadwalkan hadir, termasuk Menteri Koordinator Bidang Pangan serta Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan.

Sementara peresmian fasilitas tersebut ditargetkan berlangsung pada Desember 2026 dan direncanakan diresmikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia.

Beroperasinya PSEL diharapkan mampu mengubah paradigma masyarakat terhadap sampah. Tidak lagi semata-mata sebagai limbah yang harus dibuang, sampah kini dapat menjadi sumber daya yang memiliki nilai ekonomi dan energi.

Meski demikian, Ratu Dewa menilai keberhasilan sistem pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada teknologi. Kesadaran masyarakat untuk mengurangi dan memilah sampah sejak dari sumbernya tetap menjadi bagian penting.

Dengan dimulainya pengiriman sampah ke PSEL, Pemkot Palembang optimistis dapat membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi, sekaligus menjadikan persoalan lingkungan sebagai peluang untuk menghasilkan energi berkelanjutan. (Iya)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts