‘Ini Macet Terparah Sepanjang Lebaran’

Kemacetan di rual tol Pejagan-Brebes Timur, Jateng (foto: kompas.com)

Brebes, sumselupdate.com -Ribuan warga terperangkap macet lebih dari delapan jam di kawasan Tol Kanci-Pejagan Senin (4/7). Mereka kesal dan marah. Sebab, sudah dari malam sebelumnya mereka tiba di jalan tol ini, tetapi belum berhasil keluar juga.

Pemudik yang kelelahan dan lapar pun terpaksa hanya duduk sambil sesekali berjalan di bahu jalan tol untuk melepas penat.

Bacaan Lainnya

“Gara-gara macet parah ini saya tak bisa sahur. Padahal, kalau normal, jam 2 tadi pagi sudah sampai Tegal,” gerutu Purwadi yang mengaku sudah lebih dari delapan jam berada di Tol Kanci-Pejagan, tetapi tak kunjung berhasil keluar pintu Tol Pejagan, seperti dilansir kompas.com, Senin (4/7).

Purwadi yang berprofesi sebagai sopir itu lantas tak tahan memuntahkan kemarahannya.

“Pemerintah enggak becus urus transportasi. Kemacetan di exit Tol Pejagan ini semestinya sudah diantisipasi. Pemerintah daerah Jateng, pemerintah daerah Brebes, polisi, dan Kementerian Perhubungan ngapain saja kerjanya. Ini macet terparah sepanjang sejarah Lebaran,” ujarnya dengan nada tinggi.

Diketahui, Purwadi sudah masuk Tol Kanci-Pejagan sejak Minggu pukul 22.00 WIB. Namun, sampai Senin sekitar pukul 07.00, kendaraannya masih terjebak kemacetan parah di tol tersebut.

“Pintu keluar tol masih 15 km lagi dan bensin saya tinggal seperempat. Pasti akan habis di jalan sebelum exit tol,” keluhnya.

Parto, warga yang hendak mudik ke Pemalang, juga kesal dengan kemacetan parah yang dialaminya ini.

“Ini luar biasa macetnya. Ini paling parah. Pemerintah ngapain saja kerjanya. Enggak becus urus arus mudik,” ujarnya dengan nada kesal.

Di ruas Tol Pejagan-Brebes Timur, antrean kendaraan yang didominasi mobil pribadi mengular sepanjang 20 km hingga ke pintu Tol Pejagan. Kemacetan panjang di jalur pantura Jateng terus terjadi hingga Senin dini hari.

Karena kemacetan parah ini, bahkan dilaporkan ada seorang pemudik mengalami depresi dan stres. Saat dijemput tim medis di tengah kemacetan di jalan pantura Kolonel Sugiono Tegal Kota, pengemudi itu terus berteriak-teriak.Pihak keluarga kemudian meminta pertolongan ke posko mudik Lebaran terdekat. Pria yang mengalami depresi itu masih dalam penanganan RS Mitra Siaga Tegal.

Sementara itu, hingga Senin (4/7) sore, kemacetan lalu lintas kendaraan di jalur pantai utara Brebes dan ruas tol Pejagan-Brebes Timur masih padat meskipun tidak sepadat satu hari sebelumnya.

Kepala Unit Patroli Satuan Lalu Lintas Polres Brebes Iptu Suroto mengatakan, dua hari sebelum Idul Fitri 1437 H, jalur mudik di wilayah Kabupaten Brebes, baik di utara, tengah, dan selatan, tergolong ramai lancar cenderung padat merayap.

Petugas pengatur lalu lintas ditempatkan di simpul-simpul kemacetan untuk membantu mengatur arus kendaraan.

“Mulai dari jalur pantura Losari-Tanjung-Bulakamba-Wanasari-Brebes Kota kita terapkan contra flow,” kata Suroto seperti dikutip Tribun Jateng.

Ia memprediksi bahwa volume kendaraan yang masuk dari arah barat melalui jalur utara, tengah, dan selatan masih akan terus bertambah hingga malam nanti. Namun demikian, seluruh jalur mudik yang ada di Brebes sudah padat.

Kondisi lalu lintas di jalur utara Cirebon-Brebes, tol Kanci-Brebes Timur maupun jalur tengah Ketanggungan-Margasari, jalur alternatif Ciledug-Ketanggungan, dan Ketanggungan-Jatibarang-Slawi saat ini padat.

“Semua jalur tersebut saat ini masih padat merayap. Tapi laju kendaraan tidak stagnan dan masih bisa bergerak,” kata Suroto. (shn)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.