HNW Ingatkan Kaum Perempuan untuk Melanjutkan Peran Perempuan

Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid, MA.

Jakarta, Sumselupdate.com – Wakil Ketua MPR RI  Hidayat Nur Wahid ( HNW) mengingatkan kaum perempuan  tidak hanya memperingati tetapi mengambil hikmah agar dapat melanjutkan peran kaum perempuan yang telah tercatat sepanjang sejarah Islam maupun sejarah Republik Indonesia.

“Bersama momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, dan peringatan Sumpah Pemuda pada hari ini, semakin penting kita mendalami dan meneladani ajaran dan kiprah kaum perempuan bagi kemajuan umat dan bangsa. Itu semua tercatat dengan tinta emas semenjak masa Rasulullah SAW hingga masa perjuangan kemerdekaan negeri ini,” ujar Hidayat secara virtual dalam kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang berbarengan dengan peringatan hari Sumpah Pemuda, oleh Kajian Muslimah Masjid Raya Al Ittihaad, Kamis (28/10) di Tebet, Jakarta Selatan.

Read More

Acara tersebut juga diisi oleh Gubernur DKI Jakarta H. Anies R. Baswedan,  dan Da’i Nasional Ust H Das’ad Latif, PhD.

Menurut HNW, peringatan Sumpah Pemuda merupakan inspirasi bagi seluruh anak bangsa, tidak terkecuali bagi kaum perempuan termasuk Muslimahnya, “Maka di saat kita memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW bertepatan dengan peringatan Sumpah Pemuda hari ini, penting kita mengambil hikmahnya dengan mengingat kembali sejarah peristiwa Kongres Pemuda II pada 27-28 Oktober 1928 tersebut yang menginspirasi diselenggarakannya Kongres Perempuan Indonesia I pada 22-25 Desember 1928 dengan semangat dan komitmen kebangsaan yang sama. Dan di dalam dua peristiwa fenomenal itu, partisipasi elemen umat Islam sangat nyata dengan hadirnya Jong Islamieten Bond di Kongres Pemuda dan sejumlah tokoh dari ormas keperempuanan Islam di Kongres Perempuan Indonesia, yang  membuktikan komitmen mereka sebagai umat Islam meneladani dan menjalankan ajaran Rasulullah SAW yang cinta kemajuan negerinya dan peduli dengan perjuangan bersama masyarakat,” kata HNW.

Dikatakan, peranan kaum perempuan muslimah tersebut  merupakan kesinambungan dari peranan historis perempuan di masa Rasulullah SAW.

“Dengan memperingati Maulid, kita juga berkomitmen meneladani kepribadian dan perilaku Nabi Muhammad SAW, tidak terkecuali peran luhur beliau dalam memberikan ruang bagi kaum perempuan untuk berdaya dan berkarya. Sebagaimana kita lihat peranan Khadijah RA dalam mendukung dakwah Rasulullah SAW di Mekah. Kemudian peranan Aisyah RA yang sangat krusial di tengah umat Islam pasca hijrah ke Madinah, di mana beliau menjadi tokoh sentral bagi perkembangan keilmuan dan tradisi keislaman, dari ibadah, akhlak, sosial, budaya, kesehatan, bahkan di periode berikutnya beliau ikut berupaya menghadirkan islah antara sesama umat Islam. Begitu pula peran penting Ummu Salamah RA, yang dengan saran konstruktif beliau kepada Rasulullah SAW telah berhasil memecahkan kebekuan di antara kaum muslimin pasca Perjanjian Hudaibiyah,” jelas HNW. (duk)

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.