Jakarta, Sumselupdate.com — Wakil Ketua MPR Dr. H.M. Hidayat Nur Wahid (HNW) menghadiri penyerahan 1.000 Amanah Card kepada guru ngaji, guru agama, guru madrasah dan guru di tingkat pendidikan mendasar. Penyerahan 1.000 Amanah Card itu dalam rangka peringatan Hari Guru Nasional yang dikemas dalam acara “Amanah Takaful 1.000 Tanda Cinta di Hari Guru” yang berlangsung di Gedung Nusantara IV, Komplek Parlemen, Jakarta.
“1.000 Amanah Card diberikan secara gratis kepada guru ngaji dan guru agama, termasuk guru PAUD, Raudhatul Athfal, di Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat, sehingga para guru bisa mengakses fasilitas layanan kesehatan dengan gratis tanpa membayar. Ini semua bentuk apresiasi dan peduli terhadap jasa dan peran positif para guru termasuk guru ngaji,” kata HNW usai penyerahan 1.000 Tanda Cinta di Hari Guru, Sabtu (25/11/2023).
Penyerahan 1.000 Amanah Card merupakan program dari Yayasan Amanah Takaful. Selain penyerahan 1.000 Amanah Card, pada kesempatan itu Amanah Takaful juga menyerahkan secara simbolis tebar 10.000 Al Qur’an dan bantuan dana paket sembako.
Turut hadir Ketua Yayasan Amanah Takaful, Ade Abdurrachman, anggota DPRD H. Ismail, KH Syawaludin Hidayat (Ketua DMI Jakarta Pusat), Fitri Ratnaningsih (Ketua IGRA Jakpus), Herlinawati (Ketua IGRA Jaksel), Hj. Zaidah (Ketua FKMT Jakpus), serta para guru.
Menurut HNW, Indonesia negara yang sangat peduli dengan guru. Tetapi seringkali kepedulian negara belum memadai.
“Kita juga mengetahui negara tidak mungkin bisa mencukupi semua, apalagi untuk guru swasta dan guru ngaji yang jumlahnya banyak. Sehingga adanya lembaga sosial termasuk asuransi yang bisa memberikan bantuan berupa asuransi kesehatan bagi para guru, termasuk guru ngaji, sangat dipentingkan. Karenanya kami menyambut baik kreasi inofatif Amanah Takaful berpihak pada kepentingan kesehatan para guru ngaji, para ustad dan ustadzah. Sebanyak 1.000 Amanah Card dibagikan gratis untuk 1.000 guru ngaji, guru agama, ustad dan ustadzah di Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan,” jelas HNW.
Dikatakan, manfaat Amanah Card yang berlaku satu tahun sangat besar. Jika guru sakit, dengan adanya Amanah Card bisa membuat guru relatif tentram. “Selain BPJS, ada sumber lain membantu, sehingga fungsi keguruan, fungsi pengajaran, bisa tetap dilaksanakan tanpa khawatir masalah kesehatan,” tuturnya.
Dia menambahkan, MPR adalah lembaga negara yang sangat peduli dengan pendidikan dan pendidik. Karena itu, dalam UUD ada klausul tentang pendidikan nasional dan tentang tujuan pendidikan nasional yang sangat erat dengan apa yang dilakukan guru termasuk guru ngaji. Itu termaktub dengan jelas ada dalam pasal 31 ayat 3 dan 5.
“Sehingga dari sisi MPR dan DPR, kami tidak hanya berhenti memikirkan tentang norma legal terkait pendidikan dan guru, tetapi juga bagaimana mencari solusi permasalahan yang dihadapi guru,” katanya.
HNW melanjutkan peduli pada guru, ustad, ustadzah, kiai, mubaligh, yang melaksanakan fungsi keguruan satu hal yang menjadi kewajiban. Kepedulian pada guru PAUD yang tidak mendapat insentif karena PAUD belum masuk pada pendidikan formal.
“Karena itu UU Sistem Pendidikan Nasional harus diubah. Kami sudah memasukan soal PAUD dalam revisi UU Sisdiknas,” katanya.
Dia berpesan agar guru terus melaksanakan tugas dan amanah sebagai guru.
“Insya Allah ada yang terus memikirkan tentang aspek legal formal para guru sehingga mereka tidak dikriminalisasi, atau juga memikirkan terkait dengan pijakan jangka panjang pendidikan nasional agar para guru tidak merasa amat berat dengan sistem negara yang kurang kondusif dengan mereka. Kita menyiapkan sistem negara yang kondusif untuk para guru, termasuk guru agama. Maka para guru penting untuk makin fokus melaksanakan tugas dan kewajibannya, mendidik anak-anak bangsa agar menjadi bonus demografi positif, modal besar menyongsong Indonesia Emas tahun 2045,”tegasnya.(duk)











