Banyuasin, Sumselupdate.com – Seorang pemuda di Kabupaten Banyuasin ditemukan meninggal dunia dengan sejumlah luka lebam dan luka tusuk yang diduga akibat tindak kekerasan.
Korban diketahui bernama Yahya Romadhon (27), warga Kelurahan Air Batu, Kecamatan Talang Kelapa, Banyuasin.
Menurut keterangan keluarga, Yahya telah menghilang lebih dari tiga hari sejak Senin (9/2/2026). Ia terakhir terlihat berjalan menuju jalan lintas pada sore hari dan tidak kembali ke rumah sejak saat itu.
“Dia pergi tidak pulang. Senin sore anak saya lihat dia berjalan keluar ke jalan lintas dan sejak itu tidak pernah kembali,” ujar Ginanjar (40), kakak kandung korban.
Ginanjar mengungkapkan, adiknya telah didiagnosis mengalami gangguan kejiwaan sejak 2023 lalu.
Keberadaan korban baru diketahui pada Rabu (11/2/2026) sore. Namun saat ditemukan di sebuah musala di Desa Teluk Betung, Kecamatan Pulau Rimau, Banyuasin, kondisinya sudah meninggal dunia dan telah dievakuasi.
“Saya dikabari teman yang ada di Pulau Rimau. Dia bilang adik saya meninggal,” katanya.
Mendapat kabar tersebut, Ginanjar bersama keluarga menjemput jenazah pada Kamis dini hari (12/2/2026).
“Saat saya jemput, jasadnya sudah di dalam keranda tertutup terpal, masih mengenakan pakaian kotor dan basah, dijaga dua orang pria,” ujarnya.
Setelah dibawa pulang, pihak keluarga menemukan sejumlah luka di tubuh korban. Menurut Ginanjar, terdapat luka lebam di bagian perut dan punggung, benjolan di belakang kepala, siku kiri diduga patah, serta luka di betis kanan.
Jenazah Yahya telah dimakamkan di TPU Air Batu pada Kamis (12/2/2026) siang.
Keluarga berencana melaporkan kejadian tersebut ke Polda Sumatera Selatan karena menduga adanya unsur kekerasan dalam kematian korban.
“Kami akan membuat laporan polisi karena meninggalnya tidak wajar,” tegas Ginanjar.
Sementara itu, Kapolsek Pulau Rimau Iptu Yusri Meryansyah membenarkan adanya penemuan jenazah warga asal Air Batu tersebut. Ia menyebut korban ditemukan tergeletak di kebun sawit dekat PT MAR.
“Iya benar ada warga Air Batu yang ditemukan meninggal. Sudah diambil oleh pihak keluarga. Ditemukan di kebun sawit dekat PT MAR. Kemungkinan kelelahan karena berjalan jauh,” ujarnya.
Hingga kini, pihak keluarga dan kepolisian masih menunggu perkembangan lebih lanjut terkait penyebab pasti kematian korban.
(**)











