Gerombolan Sapi Geruduk Pasar di PALI

Sapi berkeliaran di jalan umum Pasar Air Itam.

PALI, Sumselupdate.com – Jika di sebuah pasar pada umumnya hanya ada aktivitas manusia dalam berdagang, tapi lain hal di Desa Air Itam kecamatan Penukal Kabupaten PALI. Tidak hanya manusia yang beraktivitas di pasar, gerombolan sapi milik warga pun ikut beraktivitas di pasar tersebut.

Akibatnya, warga setempat merasa terganggu dan mengeluhkan hal itu. Tampak dalam gambar beberapa ekor sapi tengah melintas di jalan umum pasar tersebut. Keberadaan mereka pun seolah menjadi hal yang lumrah bagi warga sekitar kendati hal itu sangat membuat warga resah dan khawatir akibat sapi yang berkeliaran di jalan umum.

Bacaan Lainnya

Ashar, warga setempat mengharapkan ada tindakan tegas dari Pemkab PALI melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) untuk membantu menertibkan hewan ternak yang diliarkan.

“Selain Kepala Desa yang harus tegas, kami juga ingin ada pihak Satpol-PP turun ke desa kami untuk menertibkan. Terus terang, kalau tidak dipagar, tanaman yang ada di pekarangan dipastikan tidak akan tumbuh, karena dirusak hewan yang liar itu,” keluh Ashar, Selasa (5/12/2017).

Mengambil tindakan tegas oleh warga terkadang diakui Ashar sangat riskan akan terjadi perselisihan dengan pemilik hewan ternak.

“Kalau ada aturan baik itu dari pemerintah desa atau Pemkab yang mengikat, untuk menertibkan hewan ternak kaki empat serta sangsinya bagi yang membandel, pastilah warga akan ikut membantu menertibkan. Tapi kalau seperti ini terus, kami hanya menahan diri dan kalau kami ambil tindakan, seperti menangkap kambing atau sapi, mungkin saja pemilik hewan bakal balik menuntut kami,” tukasnya.

Terpisah, Usmanto, Kepala Satpol PP kabupaten PALI mengaku pihaknya bakal terjun ke lapangan apabila ada permintaan dari pemerintah desa atau pihak kecamatan.

“Kalau warganya enggan ditertibkan hewan ternak yang masih liar, kita tidak bisa berbuat banyak, sebab Peraturan Daerah (Perda) tentang hewan ternak belum ada, jadi kita tidak punya kekuatan hukum. Namun, apabila ada permintaan dari desa atau Kecamatan, pasti kita turun. Kami berharap kepada kepala desa yang di wilayahnya masih banyak hewan yang liar, contoh desa-desa lain yang sudah tertib, dan terapkan di desanya,” saran Usmanto. (adj)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.