Puluhan Mahasiswa UIN ‘Duduki’ Pelataran Rektorat

Aliansi Mahsiswa Peduli Kampus UIN saat menggelar aksi demo.

Palembang, Sumselupdate.com – Puluhan mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang yang menamakan dirinya Aliansi Mahasiswa Peduli Kampus menggelar aksi demonstrasi di pelataran Gedung Rektorat.

Jelang pergantian kursi kepemimpinan Dema UIN Raden Fatah Palembang masa bakti 2017-2018, dinamika politik pun semakin memanas. Bahkan, penyelenggaraan Pemilihan Raya (Pemira) dinilai menyalahi aturan dan terkesan dikangkangi satu golongan tertentu.

Bacaan Lainnya

Benar saja, puluhan mahasiswa yang menamakan dirinya Aliansi Mahasiswa Peduli Kampus UIN Raden Fatah Palembang pun menggelar aksi demo di pelataran Gedung Rektorat. Mereka mendesak pihak kampus jeli dalam melihat ketidakobjektifan dalam proses Pemira.

“Kami menilai penyelenggaraan Pemira dan pansus pembentukan KPU-M didominasi oleh satu golongan tertentu. Untuk itu kami mendesak pihak kampus agar meminta penyelenggaraan Permira dihentikan dan diambail alih oleh rektorat,” ujar Agung Rohman selaku Koordinator Aksi Aliansi Mahasiswa Peduli Kampus UIN Raden Fatah Palembang dalam orasinya, Selasa (5/12/2017).

Lanjut Agung, jika kondisi ini dibiarkan maka jangan harap Permira dalam proses kepemimpinan Dema-U sesuai harapan mahasiswa. Oleh karena itu mereka mendesak berbagai tuntutan tersebut agar Permira tidak tercoreng dengan satu golongan pihak tertentu yang akan mendominasi dengan cara yang tidak benar.

Sehingga mereka menolak adanya Pansus karena condong memihak salah satu golongan, menolak hasil yang dilakukan Pansus karena terindikasi kecurangan.

“Dan yang juga penting adalah menyikapi hasil seleksi pencalonan KPU-M yang diputuskan secara sepihak yang dikeluarkan oleh Pansus karena terdapat pelanggaran undang-undang Ormawa,” tegasnya.

Pada aksi tersebut mereka juga mendesak pihak kampus selaku otoritas tertinggi agar meminta transparansi pelatihan kepemimpinan mahasiswa tingkat lanjut yang dilaksanakan Dema-U agar disosialisasikan kepada seluruh mahasiswa dan dilakukan jilid II dan merevisi UU Ormawa 2017 karena cenderung memihak kepentingan satu golongan. (sbw)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.