Paris, Sumselupdate.com – Pemerintah Prancis mencatat sedikitnya 2.025 kematian berlebih (excess death) selama gelombang panas yang melanda sebagian besar wilayah negara itu pada akhir Juni 2026.
Menteri Kesehatan Prancis Stephanie Rist, Jumat (3/7/2026), mengatakan angka tersebut merupakan data awal yang dihimpun selama periode 22 hingga 28 Juni.
“Data awal menunjukkan terdapat 2.025 kematian lebih tinggi dibandingkan angka proyeksi normal selama periode tersebut,” ujar Rist seperti dikutip dari Xinhua.
Selain lonjakan angka kematian, pemerintah juga mencatat peningkatan signifikan kematian yang terjadi di rumah, yakni mencapai 91 persen dibandingkan pekan sebelumnya.
Menurut Rist, peningkatan kematian berlebih paling banyak terjadi pada kelompok masyarakat berusia 45 tahun ke atas.
Ia menjelaskan, estimasi tersebut masih bersifat sementara karena baru didasarkan pada sertifikat kematian elektronik yang mencakup sekitar 60 persen dari seluruh sertifikat kematian yang diterbitkan selama periode tersebut.
Karena itu, pemerintah memperkirakan jumlah korban meninggal akibat gelombang panas kemungkinan masih akan bertambah setelah seluruh data terkumpul.
Gelombang panas yang melanda Prancis pada akhir Juni memicu suhu ekstrem di sebagian besar wilayah negara itu. Kondisi tersebut menyebabkan pemerintah mengeluarkan peringatan panas secara luas serta meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko kesehatan akibat cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi.
(**)











