Jakarta, Sumselupdate.com – Ketua Umum Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), Wahyu Dhyatmika, menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Sekretaris Jenderal AMSI, Maryadi. Kepergian Maryadi disebut sebagai kehilangan besar, tidak hanya bagi AMSI, tetapi juga bagi komunitas media di Indonesia.
Dalam pernyataan resminya, Wahyu mengatakan Maryadi merupakan salah satu sosok penting yang ikut membangun dan membesarkan AMSI sejak organisasi tersebut berdiri.
“Maryadi adalah salah satu tokoh penting dalam perjalanan AMSI sejak organisasi ini berdiri. Ia mengemban amanah sebagai Bendahara Umum AMSI pada periode 2017–2023, sebelum kemudian melanjutkan pengabdiannya sebagai Sekretaris Jenderal AMSI,” ujar Wahyu.
Menurut Wahyu, selama mengabdi di AMSI, Maryadi dikenal sebagai pribadi yang bekerja keras, tekun, dan memiliki dedikasi tinggi dalam memperkuat organisasi, mendampingi anggota, serta memperjuangkan terwujudnya ekosistem media digital yang sehat, profesional, dan berkelanjutan.
“Ia bukan hanya seorang pengurus, tetapi juga rekan seperjuangan yang memahami bahwa jurnalisme berkualitas hanya dapat tumbuh apabila ditopang oleh perusahaan media yang sehat dan independen,” katanya.
Wahyu menuturkan, banyak fondasi kelembagaan, tata kelola organisasi, hingga berbagai program AMSI yang lahir dari dedikasi dan kerja senyap Maryadi selama bertahun-tahun.
“Maryadi menjalankan tanggung jawabnya dengan kesungguhan, loyalitas, dan rasa memiliki yang besar terhadap organisasi serta seluruh anggotanya,” ungkapnya.
Atas nama Pengurus Nasional dan seluruh anggota AMSI, Wahyu menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan.
“Kami akan mengenang dedikasi, kerja keras, dan komitmennya untuk terus memperkuat media siber Indonesia. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT, diampuni segala khilafnya, dan seluruh amal pengabdiannya menjadi pahala yang terus mengalir,” tutupnya.
Maryadi dikenal sebagai jurnalis sekaligus eksekutif media yang memiliki perjalanan karier lebih dari dua dekade di industri pers nasional.
Karier jurnalistiknya dimulai di Harian Suaka Pontianak pada 1999. Setahun kemudian, ia menjadi stringer Associated Press untuk wilayah Kalimantan Barat hingga 2006. Pada periode yang sama, Maryadi juga bergabung dengan detik.com sebagai editor dan project leader hingga 2008.
Selanjutnya, ia berkarier di VIVA Network sejak 2008 hingga 2021. Selama lebih dari satu dekade, Maryadi mengemban berbagai posisi strategis hingga dipercaya sebagai pemimpin redaksi jaringan media tersebut. Pengalaman panjang itu membentuk reputasinya sebagai jurnalis sekaligus pemimpin redaksi yang memahami pengembangan produk jurnalistik dan dinamika industri media digital.
Setelah meniti karier di ruang redaksi, Maryadi melanjutkan kiprahnya di bidang bisnis media. Ia pernah menjabat Direktur di Katadata Media Network, kemudian berkarier di Nusantara TV dan Kabar Bursa. Jabatan terakhir yang diembannya adalah Direktur Bisnis Tutur Media Digital.
Selain berkiprah di perusahaan media, Maryadi juga memiliki peran penting di AMSI. Ia dipercaya sebagai Bendahara Umum AMSI periode 2017–2023 sebelum menjabat Sekretaris Jenderal AMSI.
Di organisasi tersebut, Maryadi dikenal sebagai sosok yang konsisten memperkuat kelembagaan AMSI sekaligus mendorong terciptanya ekosistem bisnis media digital yang sehat, profesional, dan berkelanjutan.
Maryadi dikenang sebagai figur yang mampu menjembatani kepentingan ruang redaksi dan bisnis media. Pengalamannya sebagai reporter, editor, pemimpin redaksi, hingga eksekutif bisnis menjadi bukti pengabdiannya yang panjang bagi perkembangan industri media siber di Indonesia.
(**)











