Karhutla Mengamuk di Eropa, Ribuan Warga Dievakuasi dan Puluhan Rumah Hancur

Writer: - Senin, 17 Agustus 2026
Foto yang diabadikan pada 13 Agustus 2026 ini memperlihatkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) besar di dekat kota pesisir Omis, Kroasia. (Xinhua/PIXSELL/Zvonimir Barisin)

London, Sumselupdate.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda sejumlah wilayah Eropa di tengah gelombang panas dan kondisi cuaca kering.

Kebakaran terjadi mulai dari Kroasia, Prancis, Spanyol, Jerman, Inggris hingga Belgia dan Serbia, memaksa ribuan warga mengungsi serta membebani layanan darurat.

Read More

Di Kroasia, kebakaran besar melanda kawasan berhutan dan permukiman di sekitar kota wisata Omis pada Kamis (13/8/2026) malam waktu setempat.

Kepolisian setempat pada Jumat (14/8/2026) melaporkan satu jenazah ditemukan di lokasi kebakaran. Sedikitnya 40 orang juga mengalami luka-luka, sementara sekitar 1.000 warga dievakuasi dari wilayah terdampak.

Api dilaporkan menyebar dengan cepat setelah pertama kali muncul pada malam hari dan kemudian merambah kawasan permukiman.

Foto yang diabadikan pada 14 Agustus 2026 ini menunjukkan dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di dekat Kota Omis, Kroasia selatan. (Xinhua/PIXSELL/Ivo Cagalj)

Sementara itu, kebakaran hutan di Prancis bagian barat daya yang mulai terjadi pada Kamis telah menghanguskan sekitar 1.100 hektare lahan.

Otoritas setempat menyebut lebih dari 500 orang terpaksa meninggalkan rumah mereka untuk menghindari ancaman kobaran api.

Situasi diperparah gelombang panas yang kembali melanda Prancis. Pada Jumat, sebanyak 83 departemen berada dalam status peringatan oranye akibat suhu tinggi, sedangkan 57 departemen menghadapi risiko karhutla tinggi.

Spanyol juga masih berjuang menangani sejumlah kebakaran besar. Kebakaran di Provinsi Huelva, wilayah selatan, telah berlangsung lebih dari sepekan dan belum berhasil dikendalikan.

Kebakaran lainnya terjadi di Provinsi Huesca di timur laut Spanyol. Api di wilayah tersebut beberapa kali kembali membesar sejak Kamis malam hingga Jumat dini hari waktu setempat.

Ribuan Warga Jerman Mengungsi

Di Jerman bagian barat, kebakaran hutan memaksa sekitar 1.800 orang meninggalkan rumah mereka pada Jumat malam.

Pejabat setempat mengerahkan helikopter dan peralatan militer untuk membantu upaya pemadaman.

Sejumlah warga menggambarkan situasi di lokasi kebakaran sebagai mengkhawatirkan. Abu bahkan dilaporkan berjatuhan dari langit akibat kobaran api yang meluas.

Foto yang diabadikan pada 14 Agustus 2026 ini menunjukkan dampak kebakaran hutan di dekat kota Omis, Kroasia selatan. (Xinhua/PIXSELL/Ivo Cagalj)

Kebakaran juga melanda Inggris. Api besar terjadi di wilayah West Midlands dan menyebabkan 19 rumah hancur serta 18 rumah lainnya mengalami kerusakan di Stourbridge.

Kondisi tersebut terjadi ketika Inggris mencatat suhu tertinggi sepanjang tahun pada Kamis. Suhu sementara mencapai 38,1 derajat Celsius di sejumlah wilayah Inggris bagian selatan.

Di Belgia bagian timur, kebakaran hutan pada Jumat membuat otoritas mengaktifkan rencana tanggap darurat tingkat provinsi.

Belgia saat ini juga menghadapi suhu panas ekstrem. Institut Meteorologi Kerajaan Belgia masih memberlakukan peringatan panas tingkat oranye.

Serbia Hadapi 25 Titik Kebakaran

Kondisi tak kalah serius terjadi di Serbia. Pemerintah setempat menyatakan sebanyak 25 kebakaran lahan terbuka masih aktif di berbagai wilayah pada Jumat.

Empat lokasi di antaranya menghadapi kebakaran serius.

Salah satu kebakaran terbesar terjadi di kawasan Deliblatska Pescara atau Deliblato Sands. Api telah meluas hingga membakar lebih dari 2.500 hektare lahan.

Pemerintah Serbia memperingatkan kondisi cuaca dapat memperburuk situasi. Angin yang semakin kencang, kekeringan berkepanjangan, serta vegetasi yang mengering berpotensi mempercepat penyebaran api.

Risiko Kebakaran Sangat Ekstrem

Ancaman karhutla di Eropa diperkirakan masih berlangsung dalam beberapa hari ke depan.

Pusat Penelitian Gabungan Komisi Eropa memperkirakan bahaya kebakaran dengan kategori “sangat ekstrem” di sejumlah besar wilayah Eropa tengah dan timur pada 13-19 Agustus 2026.

Wilayah yang berpotensi terdampak membentang dari Jerman dan kawasan Alpen, Polandia hingga Balkan.

Risiko sangat ekstrem juga diprediksi terjadi di sejumlah wilayah Inggris bagian selatan, Irlandia, Prancis bagian utara dan Swedia bagian selatan.

Sementara itu, bahaya kebakaran kategori ekstrem diperkirakan melanda sejumlah wilayah Prancis dan kawasan Semenanjung Iberia yang lebih luas.

Layanan darurat di berbagai negara Eropa kini terus bersiaga menghadapi ancaman kebakaran baru.

Otoritas juga mengimbau masyarakat di wilayah rawan untuk mematuhi perintah evakuasi dan meningkatkan kewaspadaan guna mengantisipasi meluasnya kebakaran akibat gelombang panas dan kondisi kering.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts