Sanaa, Sumselupdate.com – Serangkaian serangan rudal dan drone kelompok Houthi menghantam Pelabuhan Mocha di Laut Merah, Yaman, selama sepekan terakhir. Serangan tersebut menghentikan aktivitas operasional pelabuhan, menewaskan tujuh orang, serta menimbulkan kerugian material langsung sekitar 16 juta dolar AS atau setara Rp286 miliar.
Direktur Pelabuhan Mocha, Abdulmalik al-Sharabi, mengatakan serangan Houthi menyebabkan kerusakan ekstensif terhadap fasilitas dan peralatan pelabuhan.
Hal itu disampaikan Al-Sharabi dalam konferensi pers di Mocha, Sabtu (15/8/2026), sebagaimana dilaporkan kantor berita pemerintah Yaman, Saba.
“Tujuh orang tewas dalam serangkaian serangan tersebut. Mereka terdiri dari empat anggota pasukan keamanan pelabuhan dan tiga pegawai pelabuhan,” demikian laporan tersebut.
Selain korban jiwa, serangan juga merusak sejumlah fasilitas dan peralatan yang digunakan untuk mendukung aktivitas pelabuhan.
Al-Sharabi menyebut sedikitnya enam kapal kayu dan satu kapal keruk mengalami kerusakan. Kapal keruk tersebut diketahui digunakan dalam proyek perluasan Pelabuhan Mocha.
Dampak serangan tidak hanya dirasakan pada aspek keamanan dan infrastruktur. Terhentinya aktivitas pelayaran dan perdagangan di Pelabuhan Mocha juga membuat sekitar 1.300 pekerja kehilangan mata pencaharian.
Pelabuhan Strategis di Laut Merah
Pelabuhan Mocha berada di Provinsi Taiz, Yaman bagian barat daya, dekat Selat Bab al-Mandab yang menjadi salah satu jalur pelayaran strategis dunia.
Pelabuhan tersebut merupakan salah satu pintu masuk penting bagi barang-barang komersial dan pasokan menuju wilayah-wilayah yang berada di bawah kendali pemerintah Yaman.
Serangan terhadap pelabuhan tersebut karena itu berpotensi mengganggu aktivitas perdagangan dan distribusi pasokan di kawasan yang bergantung pada jalur tersebut.
Pasukan Perlawanan Nasional yang pro-pemerintah Yaman pada Jumat (14/8/2026) menyatakan kelompok Houthi melancarkan serangan dalam skala besar ke arah Mocha.
Menurut kelompok tersebut, Houthi meluncurkan 40 rudal balistik dan 46 drone serta mengerahkan kapal-kapal bermuatan bahan peledak.
Serangan itu disebut menyasar Pelabuhan Mocha dan sejumlah lokasi lain di kawasan tersebut dalam eskalasi terbaru konflik Yaman.
Houthi Klaim Sasar Fasilitas Militer
Kelompok Houthi menyatakan operasi mereka di wilayah Mocha ditujukan untuk menyerang peningkatan kekuatan militer serta depot senjata milik pasukan pemerintah Yaman yang mereka sebut mendapat dukungan Arab Saudi.
Namun, pemerintah Yaman membantah klaim tersebut.
Pemerintah Yaman menegaskan bahwa Pelabuhan Mocha merupakan fasilitas komersial sipil dan bukan fasilitas militer.
Kerusakan yang terjadi dan terhentinya aktivitas operasional pelabuhan kini menambah dampak ekonomi dari eskalasi konflik yang masih berlangsung di Yaman.
Dengan posisi Pelabuhan Mocha yang berada dekat Selat Bab al-Mandab, gangguan terhadap aktivitas pelabuhan juga menjadi perhatian karena kawasan tersebut merupakan jalur penting bagi pelayaran dan perdagangan internasional.
(**)











