FPI Pekanbaru Sebut Ada yang Ingin Mengadu Domba Pihaknya dengan TNI

Minggu, 22 November 2020
Ribuan massa dari Front Pembela Islam (FPI) dan organisasi kemasyarakatan lainnya memadati Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta, Jumat (14/10/2016). [Suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Riau, Sumselupdate.com – Polemik antara Front Pembela Islam (FPI) dan TNI beberapa waktu terakhir ditanggapi Ketua FPI Pekanbaru, Husni Thamrin. Menurutnya ada pihak yang sengaja mengadu domba antara FPI dan TNI.

Ia beranggapan, sikap TNI belakangan bukanlah sikap sesungguhnya, melainkan karena ada tekanan dari pihak-pihak tertentu.

Read More

“Menyikapi ini kita sesuai dengan komando Habib Rizieq Shihab. Tetapi kita yakin itu tidak sejatinya TNI yang melakukan itu. Hanya itu propaganda dan adu domba,” ujarnya dikutip dari Suara.com, Sabtu (21/11/2020).

“Yang kita di Jakarta itu ada semacam tekanan politik, perintah yang tidak sesuai dengan nurani TNI yang kita yakini tidak akan melakukan itu,” sambung Husni.

Husni menjelaskan, kendati kondisi di Jakarta kian memanas, Habib Rizieq tetap meminta FPI di daerah tidak mengambil sikap namun waspada.

“Habib Rizieq meminta kita untuk tidak mengambil sikap dan menahan diri. Kita lihat sejauh apa nanti,” kata Husni.

Ia menyebut bukan sekali ini politik adu domba dilakukan guna memecah belah masyarakat.

Bukan sekali ini politik adu domba dilakukan kaum kapitalis. Mulai dari FPI dengan Banser, Nahdatul Ulama dengan Muhammadiyah, Polisi dengan Tentara. Ini ada orang-orang tertentu yang ingin memecah belah kesatuan kita,” ujarnya.

Menurut Husni, banyak yang terganggu dengan kepulangan Habib Rizieq termasuk dengan revolusi akhlak yang tengah digalakkannya.

“Revolusi akhlak, banyak yang tidak senang dengan perubahan akhlak ini. Kita lihat ada asing dan aseng di balik ini,” tegasnya. (**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts