Dua Tahun Buron Kasus Pembunuhan, Pelaku Ditembak Melawan Saat Ditangkap

DPO kasus pembunuhan berhasil ditangkap.

Laporan: Marwan Ashari

Muratara, sumselupdate.com – Setelah dua tahun bersembunyi dari kejaran aparat. Akhirnya DPO kasus pembunuhan  Riki (32), warga Desa Rantau Kadam, Kecamatan Karang Dapo, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), ditangkap jajaran Polsek Karang Dapo.

Bacaan Lainnya

Pelaku ditangkap di sebuah warung di dekat rumah kerabatnya di Kota Lubuklinggau, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).

Tersangka ini terpaksa di pelor petugas di bagian kaki sebelah kiri, karena melakukan perlawanan saat akan ditangkap, Rabu (31/8/2022) sekitar pukul 08.30 WIB.

Penangkapan tersangka sesuai dengan Laporan Polisi Nomor: LP/B- 20/IX/2020/Sumsel/Res Muratara/Sek Karang Dapo tanggal 03 September 2020.

Surat DPO Polsek Karang Dapo nomor : DPO/03/IX/2020/Reskrim tgl 26 September 2020  Riki Kasus 340/338 KUHP. Tersangka yang menjadi buronan selama 2 tahun dan sebelum kejadian pembunuhan tersebut, Tersangka pernah menjalani hukuman di Lapas Lubuklinggau pada tahun 2018 sampai dengan  2020 dalam Kasus Curas di Jalinsum, yang dilakukan diwilayah Kecamatan Rupit Kabupaten Muratara.

Peristiwa pembunuhan terjadi Rabu (2/9/2020) sekitar pukul 21.00 wib  dipinggir Jalan poros Desa Rantau Kadam Kecamatan Karang Dapo Kabupaten Muratara.

Dengan cara tersangka membacok menebas korban (Irawansyah (35)  dengan menggunakan sebilah parang yang mengenai bagian belakang leher korban (leher korban nyaris putus, dengan luka bacok ukuran 15 cm x 5 cm dan luka bacok dipunggung kanan ukuran 10 cm x 5 cm).

Akibat bacokan tersebut korban langsung meninggal dunia  ditempat. Adapun motif tersangka membunuh korban, dikarenakan tersangka dendam kepada korban yang memberitahukan dimana tersangka menyembunyikan sepeda motor hasil pencurian kepada pemilik motor, yang disembunyikan tersangka didekat rumah korban.

Tersangka, sebelum kejadian sudah beberapa kali mencari korban dengan mendatangi rumah dan rumah orang tua korban dengan membawa parang.  Namun, korban tidak ada, sehingga tersangka mengintai korban dari di rumah kosong dekat TKP, menunggu korban lewat, sesaat korban lewat bersama ibu kandung dan adik kandung korban, tersangka langsung membacok korban secara diam-diam dengan sadis dan kejam dari arah belakang sebanyak dua kali pada bagian leher belakang dan punggung belakang sebelah kanan.

Pada waktu kejadian saksi melihat korban yang dibacok pelaku, saksi berteriak histeris, setelah itu tersangka langsung melarikan diri meninggalkan korban.

Adapun pelarian tersangka selama menjadi buronan, berpindah-pindah tempat, mulai dari ke sungai Baung Rawas Ulu, Selangit Mura, Jambi dan kota Lubuklinggau sebagai tempat pelariannya.

Kapolres Muratara AKBP Ferly Rosa Putra,  S.I.K didampingi Kapolsek Karang Dapo AKP Forliamzons, S.IP, MH bersama Kasi Humas AKP Joni Indrajaya, SH, menerangkan, pada Rabu (31/8/2022) sekitar pukul 08.30 pihaknya dapat informasi, tersangka  berada di Kota Lubuklinggau.

Selanjutnya Kapolsek Karang Dapo AKP Forliamzons, S.IP, M.H memerintahkan Kanit Reskrim Ipda Andy Pratama, SH. MH beserta anggota tim untuk melakukan penyelidikan keberadaan tersangka dan penyamaran.

Setelah melakukan penyelidikan selama dua hari dapat diketahui persembunyian tersangka di rumah kerabatnya di Kota  Lubuklinggau Barat 1 Kota Lubuklinggau.

Selanjutnya Kanit Reskrim memimpin anggota tim melakukan penangkapan terhadap  tersangka di warung dekat rumah kerabatnya.  Pada waktu ditangkap pelaku melakukan perlawanan dan diberikan tembakan peringatan. Namun tersangka masih melawan  sehingga dilakukan tindakan tegas dan terukur kepada tersangka pada bagian kaki kiri. Selanjutnya tersangka dibawa ke Polsek Karang Dapo untuk proses hukum lebih lanjut. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.