DPR: Kebijakan Negara Harus Merepresentasi Harapan Milenial

Dialektika Demokrasi yang bertajuk “Peran Pemuda di Kancah Politik Nasional” di Media Center DPR, Jakarta, Kamis (28/10/2021).

Jakarta, sumselupdate.com – Pada peringatan ke-93 Sumpah Pemuda, Anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat Bramantyo Suwondo melihat pemuda dan pemudi Indonesia yang merupakan kalangan milenial banyak yang berkecimpung di dunia politik secara tidak langsung, misalnya di organisasi kemasyarakatan maupun di partai politik dan maju sebagai calon legislatif (caleg).

“Bisa dikatakan di priode 2019-2024 banyak anak muda berusia di bawah empat puluh tahun menjadi anggota legislatif,” kata Bramantyo dalam Dialektika Demokrasi yang bertajuk “Peran Pemuda di Kancah Politik Nasional” di Media Center DPR, Jakarta, Kamis (28/10/2021).

Read More

Menurut Bramantyo, masuknya anak muda memberikan warna dan pandangan lebih holistik dalam pembahasan atas isu-isu di DPR RI. Seperti di Komisi X DPR, membahas tentang Rancangan Sistem Keolahragaan Nasional, pendidikan dan berbagai kebijakan lain.

“Dengan hadirnya anggota parlemen yang muda-muda bisa memberikan perspektif, pandangan dan representasi dari generasi milenial,” ujarnya.

Dikatakan, pemilih dari kalangan muda juga lebih banyak mendominasi sejak beberapa pemilu terakhir. Semestinya, banyaknya muda-mudi Indonesia, kebijakan maupun Undang-Undang yang dihasilkan seharusnya merepresentasikan harapan generasi milenial.

“Semoga segala kebijakan atau undang-undang yang didorong oleh pemerintah dan DPR RI bisa merepresentasikan harapan dari generasi milenial,” harap Bramantyo.

Ketua Umum PP Muhamadiyah Sunanto menjelaskan, spirit Sumpah Pemuda satu bentuk kedaulatan budaya, kalau proklamasi itu bentuk kedaulatan politik, jadi sumpah dengan semangat ke-Indonesiaan, dan berkumpulnya anak muda sampai saat ini tetap menjadi tonggak gerakan pemuda. Hanya saja, keteladanan kepada pemuda masih menjadi masalah.

“Problem terbesarnya di dalam kompleksitas perpolitikan tadi apakah keteladanan anak muda sebagai perekat di dalam dunia politik sudah pernah terjadi atau tidak, atau anak muda tetap memberikan parsialitas politiknya, dengan masuknya ke berbagai partai politik dan hanya menjadi politik identitas semata,”kata Sunanto

Menurut Cak Nanto ini, parpol hanya kendaraan politik, begitu juga dengan sistem daerah pemilihan (dapil), jangan sampai kedua hal itu mengkotak-kotakan kekuatan pemuda Indonesia. Jadi, skeptisnya anak muda terhadap politik itu karena kurangnya teladan dari kalangan muda yang lebih dulu terjun ke politik.

“Politisi muda sudah banyak ditangkap KPK, saya kira satu tantangan,” terangnya.

Cak Nanto ingin ada suatu dorongan kewajiban bagi anak muda menjadi bagian dari politik, karena kalau tidak dikelola yang baik, kemungkinan politik akan dikelola orang-orang yang tidak baik, sehingga produk yang dihasilkan kemunkinan besar menjadi tidak baik. Politik juga menjadi target dakwah terbesar, mungkin ceramah lain tetap didengar, tapi kapan anak muda akan melakukan lompatan perubahan.

“Saya berharap banyak anak muda masuk ke politik. Apakah ada kaukus muda antar partai memikirkan anak muda?,”tanya dia.

Dia menginginkan agar bonus demografi Indonesia bisa dimanfaatkan, sehingga Indonesia Emas 2045 bisa tercapai.

Banyaknya anggota DPR dari kalangan muda, diharapkan bisa memberikan teladan kepada muda-mudi Indonesia agar tertarik berkecimpung di politik dan memberikan perubahan.

“Saya berharap anak muda di DPR RI menjadi satu bentuk kekuatan dan teladan biar di luar menjadi tertarik,” paparnya. (duk)

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.