PALI, Sumselupdate.com – Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) H. Ubaidillah mengimbau seluruh masyarakat agar menjaga aset sekolah sebagai sarana menimba ilmu bagi generasi penerus. Karena diketahui pada pekan lalu, dua insiden memalukan terjadi terhadap dunia pendidikan di Kabupaten PALI.
Yakni dibobolnya PAUD Alya Kids di Sumberjo Kelurahan Talang Ubi Utara serta pengrusakan MtS Negeri 1 Talang Ubi Kelurahan Handayani Mulya oleh orang tidak dikenal.
Kejadian ini sempat menjadi viral di media sosial, karena selain membobol PAUD Aliya Kids, pelaku juga berak di dalam ruang kelas dan meninggalkan kotoran, membuat proses belajar mengajar di PAUD tersebut diliburkan karena ruang belajar kotor dan berbau.
“Kejadian ini jangan sampai terulang lagi, pelakunya tentu tidak berakhlak. Dan kita sebagai warga yang baik, ikut bersama-sama menjaga aset sekolah, bukan malah sebaliknya,” ucap H. Ubaidillah, Senin (22/1/2018).
Lebih lanjut dikatakan Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini bahwa pihak sekolah juga harus meningkatkan keamanan dilingkungan sekolahnya.
“Untuk di MTS, tentunya ada petugas keamanannya, dan kejadian pengrusakan oleh OTD harus jadi pelajaran untuk meningkatkan pengamanan serta pengawasan. Serta pihak sekolah juga harus segera membuat laporan ke pihak berwajib dalam hal ini kepolisian agar bisa ditindaklanjuti oleh Polisi,” sarannya.
Sementara itu, Ali Mustofa, kepala PAUD Alya Kids menyebutkan bahwa saat kejadian,memang tidak ada barang berharga yang hilang karena barang berharga seperti laptop dibawa pulang.Tapi sejumlah peralatan tulis dan alat gambar raib serta pelaku meninggalkan kotoran manusia di dalam ruang kelas.
“Pelaku diduga masuk dengan mencongkel jendela samping, dan mungkin saat mencari barang-barang berharga tidak ditemukan, pelaku mengacak-acak ruang kelas serta merusak buku-buku pelajaran dan sengaja berak di dalam ruang kelas. Polisi sudah datang ke TKP dan kami juga sudah buat laporan, dengan harapan pelakunya bisa segera ditangkap,agar ada efek jera bagi pelaku,” terangnya. (adj)











