Desak Selesaikan Perselisihan Buruh dan Perusahaan

AUDIENSI-Serikat Pekerja Tingkat Perusahaan (SPTP) Perkebunan Minanga Ogan melakukan audensi dengan Bupati Ogan Komering Ulu (OKU) Kuryana Aziz, Kamis (13/8/2020).

Laporan : Armiziwadi

Baturaja, sumselupdate-Pimpinan Cabang Federasi Serikat Serikat Pertanian dan Perkebunan Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC FSP PP KSPSI), Pimpinan Unit Kerja (PUK) Serikat Pekerja Tingkat Perusahaan (SPTP), dan Perkebunan Minanga Ogan, meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Komering Ulu (OKU) menyelesaikan persoalan buruh dan perusahaan.

Bacaan Lainnya

Hal ini disampaikan saat melakukan audensi dengan Bupati Ogan Komering Ulu (OKU, Kamis (13/8/2020). Audensi kedua organisasi pekerja yang berafiliasi tersebut terkait Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja (Cilaka), dan permasalahan perselisihan ketenagakerjaan yang selalu timbul akibat tidak tercapainya kesepakatan antara perusahaan dengan pekerjanya.

“Kepada Bupati OKU, soal pasal-pasal yang bertentangan dengan UU Ketenagakerjaan Nomor 13 tahun 2003, di antaranya Pasal 90 RUU Omnibus Law mengenai ketentuan UU Nomor 40 tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional kententuan Pasal 18 huruf F tentang Jaminan Kehilangan Pekerjaan, serta RUU Omnibus Law tentang rumusan perhitungan pesangon mengenai nilai kompensasi pesangon, dan tidak ada format perhitungan,” kata Ketua PC FSP PP KSPSI OKU Firma A Rahman Mahelu, Kamis (13/8/2020).

Firma berharap agar apa yang telah disampaikan pihaknya kepada Bupati OKU dapat diteruskan ke tingkat pusat.

“Apabila keputusan tersebut tetap dipaksakan tentunya akan sangat merugikan para buruh,” tambah Firma.

Sementara Bupati OKU Drs H Kuryana Azis menegaskan, sangat mendukung perjuangan pekerja/buruh untuk membela hak-hak pekerja dan buruh demi kesejahteraan buruh dan keluarganya.

“Terkait permasalahan sselanjutnya akan diteruskan ke tingkat pusat. Kami berharap agar keputusan yang dihasilkan ke depan membawa dampak positif bagi para pekerja/buruh dan isi dari Undang-Undang Omnibus Law berpihak kepada semua pihak, sehingga buruh dan perusahaan tidak ada yang dirugikan,” terang Kuryana Azis.

Dalam audiensi tersebut juga disampaikan Andi (Sekretaris) Serikat Pekerja SPTP Perkebunan Minanga Ogan mengatakan, perselisihan ketenagakerjaan antara pekerja dan Managemen PTP. Minanga Ogan yang belum selesai atau belum dipenuhi oleh perusahaan di antaranya gaji bulan Juni dan Juli 2020, serta 50% THR Tahun 2020 belum dibayar oleh Perusahaan.

Sementara Erlan Novery (Ketua) Serikat Pekerja SPTP Perkebunan Minanga Ogan menambahkan, setoran BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan baru disetor perusahaan sampai bulan Desember 2018. Artinya dari tahun 2019 sampai dengan sekarang tidak ada setoran ke BPJS oleh Perusahaan.

Bukan itu saja, menurut Fery, termasuk uang koperasi karyawan yang dipungut oleh perusahaan juga tidak disetorkan oleh perusahaan kepada koperasi karyawan Minanga Ogan sehingga Kopkar Minanga Ogan seperti bangkrut.

“Ironisnya gaji kami sudah dipotong secara update setiap kami menerima gaji,” timpalnya.

Menurut dia, persoalan tidak disetorkannya iuran BPJS ini akan berdampak juga terhadap program pemerintah yang akan memberikan bantuan terhadap anggota BPJS sebesar Rp600.000 per bulan, dan pihaknya khawatir tidak mendapatkan bantuan tersebut, karena dianggap anggota pasif. Belum lagi permasalahan karyawan yang meninggal dan pensiun yang sudah bertahun-tahun juga masih belum dibayar oleh perusahaan.

“Kami sudah konfirmasi ke BPJS di Baturaja, melalui petugas BPJS yaitu Pak Komang. Menurut Komang kemungkinan bisa atau tidaknya ia enggan menjelaskannya. Pak Komang hanya meminta untuk menghubungi BPJS Palembang untuk mendapatkan informasi yang valid,” ucap Fery.

“Ya tentunya kami sangat kecewa dengan keadaan ini karena begitu komplek masalah yang kami hadapi ini. Untuk itu kami berharap kepada Bapak Bupati OKU dapat membantu kami mencari solusi agar masalah ini dapat diselesaikan,” harapnya.(**)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.