Dermaga 16 Ilir Ditutup, Sopir Ketek: Keluarga Kami Mau Makan Apa?

Suasana Dermaga 16 Ilir yang ditutup terkait larangan mudik lebaran Idul Fitri.

Palembang, Sumselupdate.com – Larangan mudik lebaran Idul Fitri 2021 tidak hanya berlaku bagi perjalanan jalur darat dan udara saja. Tetapi penyekatan juga sudah dilakukan di Dermaga 16 Ilir.

Di Dermaga 16 Ilir terlihat police line di jembatan penghubung ke Ketek dan di tempat sandar Ketek sebagai tanda larangan untuk operasional. Selain itu sudah terpasang spanduk yang menyatakan aktivitas di dermaga ditutup dari 6-17 Mei.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan pantauan Kamis (6/5/2021), masih ada bebarapa calon penumpang yang hendak ke Banyuasin dan sopir Ketek yang menunggu di dermaga. Terlihat para sopir Ketek termangu menunggu ada keajaiban bisa berlayar membawa penumpang.

Salah seorang Sopir Ketek tujuan Makarti Jaya Sungsang, Idar mengatakan, para sopir sangat kecewa dengan kebijakan tersebut terutama menjelang lebaran ini.

“Kami pun butuh menghidupi keluarga di rumah, kalau tidak narik (angkut penumpang) kami mau makan apa,” katanya.

Biasanya ia mengangkut barang/sembako dan orang. Dalam sehari sebanyak dua kali PP Makarti-Palembang. Karena ada pembatasan jumlah penumpang, biasanya hanya 15-20 penumpang. Setiap penumpang tarifnya Rp50.000.

“Biasanya sehari Rp1 juta, tapi sejak Covid-19 ini paling dapat Rp200.000-Rp400.000. Sekarang berangkat pun tidak,” katanya.

Idar mengatakan, ia tahu jika ini merupakan kebijakan pemerintah. Tetapi sepertinya tidak ada solusi bagi para sopir Ketek.

“Ya karena aturan mau bagaimana lagi, tapi kami juga perlu pemasukan,” katanya.

Sementara itu salah seorang calon penumpang asal Banyuasin, Andri mengatakan, sejak tiga hari lalu ia sudah berada di Palembang untuk belanja kebutuhan lebaran. Saat itu belum ada larangan untuk mudik, kini ia bingung untuk kembali ke kampung halamannya.

“Kemarin menginap di rumah saudara, setelah belanja saya baru tau kalau dermaga ditutup sampai 17 Mei,” katanya. (Iya)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.