Demo di Depan Istana, Para Honorer K2 Berlinang Air Mata

Kamis, 11 Februari 2016
Honorer K2 yang berdemo di depan Istana Negara berlinang air mata.

Jakarta, Sumselupdate.com

Memasuki hari kedua demo, tepatnya saat aksi di depan Istana Negara pada Kamis (11/2), Ketum Forum Honorer K2 Indonesia (FHK2I) Titi Purwaningsih tidak kuasa menahan tangisnya. Air matanya berlinang lantaran kecewa Presiden Jokowi belum bersedia menerima honorer K2.

Bacaan Lainnya

“Ya Allah, di mana hati nurani bapak Presiden. Kok tega membiarkan kami yang dari segala penjuru tanpa kabar pasti,” seru Titi di hadapan aksi massa honorer K2 di depan Istana Negara.

Dengan suara terbata-bata Titi menyampaikan, akan tetap bertahan di Jakarta meski izin demo hanya sampai Jumat (12/2/2016). “Bapak-bapak, Ibu-ibu, saya baru 40 hari melahirkan, tapi demi perjuangan ini saya tinggalkan bayi saya. Saya juga kecewa karena Pak Jokowi belum mau menerima kami. Sakit sekali,” ujar Titi dengan linangan air mata.

Menyaksikan itu, honorer K2 lainnya pun tak kuasa menahan air matanya. Perjuangan mereka hingga hari ini belum membawa hasil.

“Bapak Presiden, lihatlah, ketua umum kami dan seluruh honorer sampai berlinangan air mata. Itu asli air mata, bukan air mata buaya. Kami sudah ‎mengabdi belasan hingga puluhan tahun, tapi apa yang kami dapat. Bukan penghargaan yang kami terima, tapi penghinaan,” kata Ketua Tim Investigasi FHK2I Riyanto Agung Subekti dalam orasinya.

Sementara Ketua PB PGRI Sulistiyo menambahkan, honorer K2 harus lebih meningkatkan doanya. Kalau perlu doa sambil menangis. “Ingat kata kyai, doa orang teraniaya itu insya Allah diijabah. Karena itu doa yang khusuk, sambil menangis agar didengar doa-doa honorer K2,” tandasnya. (jpnn/shn)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.