Banjir Kepung Palembang, PUPR Sebut Ini Penyebabnya

Kamis, 19 Januari 2023
Banjir yang terjadi di Kota Palembang.

Palembang, sumselupdate.com – Pembangunan yang makin masif di Kota Palembang membuat ruang air semakin berkurang yang berdampak pada genangan dan banjir.

Apalagi banyak ditemukan pembangunan yang dibangun di atas Daerah Aliran Sungai (DAS) dan penimbunan rawa.

Kawasan banjir yang terpantau sejauh ini diantaranya ada di ruas jalan dan kawasan permukiman, yakni Sukabangun II, Demang Lebar Daun, Angkatan 45, Sapta Marga, dan Jalan Kol H Burlian.

Tidak hanya itu, banjir juga terjadi di kawasan Dwikora, Sekip, Pipa Reja, R Sukamto Jenderal Sudirman, juga Jalan AKBP H Umar.

Advertisements

Kepala PUPR Kota Palembang, Ahmad Bastari mengatakan, meskipun masih ada titik banjir langganan seperti Simpang Polda, Plaju, R Soekamto, Kapten A Rivai, tapi secara umum jumlahnya sudah berkurang.

“Ini karena kurang ruang air atau daerah resapan air seperti kolam retensi yang saat ini berjumlah 46,” katanya, Kamis (19/1/2023).

Bastari mengatakan, akibat berkurangnya ruang air membuat titik banjir baru yang sifatnya temporer atau sementara, dan ada di hampir seluruh kecamatan.

“Titik banjir ada yang temporer, titik banjir baru ternyata yang ketika kita datangi ternyata karena penutupan saluran, ketika kita datangi dan buka hilang titik banjirnya,” katanya.

Penyebabnya, seperti membangun di atas saluran, di atas sempadan sungai, membelokan saluran, ini yang penyebabnya dari masyarakat.

Pemerintah dan masyarakat dapat Menyediakan ruang untuk air, baik itu melalui pembangunan kolam retensi bisa pengadaan dari pemerintah atau hibah dari masyarakat.

“Kita minta juga ke pengembang menyediakan ruang air/ kolam retensi,  tidak menutup drainase dengan beton, dan lainnya,” katanya. (Iya)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.