Kejari Pagaralam Kawal ‘Jaga Dapur MBG’, 205 Kepala Sekolah Dikumpulkan Cegah Penyimpangan Program Gizi Anak

Writer: - Kamis, 11 Juni 2026
Sosialisasi Jaga Dapur MBG yang digelar di Aula SDN 74 Kota Pagaralam, Kamis (11/6/2026). (Sumselupdate.com/Istimewa)

Pagaralam,Sumselupdate.com – Di tengah besarnya anggaran dan harapan masyarakat terhadap keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kejaksaan Negeri Pagaralam bersama Dinas Pendidikan Kota Pagaralam memilih turun langsung ke sekolah-sekolah untuk membangun sistem pengawasan sejak dari ‘dapur’.

Sebanyak 205 kepala sekolah dari tingkat TK, SD hingga SMP negeri dan swasta se-Kota Pagar Alam dikumpulkan dalam Sosialisasi Jaga Dapur MBG yang digelar di Aula SDN 74 Kota Pagaralam, Kamis (11/6/2026), sebagai langkah antisipasi terhadap potensi penyimpangan program strategis nasional tersebut.

Read More

Kegiatan yang dipimpin langsung Kajari Pagaralam Dr. Ira Febrina, S.H, M.Si. itu tidak hanya menjadi agenda sosialisasi biasa. Di hadapan para kepala sekolah, pihak kejaksaan bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pagaralam menegaskan pentingnya transparansi, pengawasan serta tanggung jawab bersama dalam memastikan program MBG benar-benar menyentuh kebutuhan gizi peserta didik.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pagaralam Novi Apriyadi, Korwil BGN Pagaralam, serta ratusan kepala sekolah dari seluruh wilayah Kota Pagaralam.
Dalam kesempatan itu, Kajari Pagar Alam Dr. Ira Febrina menegaskan bahwa Program MBG merupakan program yang menyangkut masa depan generasi bangsa sehingga seluruh pihak harus ikut menjaga pelaksanaannya agar tepat sasaran.

“Program MBG ini bukan hanya soal makanan, tetapi menyangkut kualitas generasi penerus. Karena itu kami hadir untuk memastikan seluruh proses berjalan baik, transparan dan bebas dari penyimpangan,” ujar Dr. Ira Febrina.

Baca juga : Kejari Pagaralam Kembali Geledah Bank Sumsel Babel, Penyidik Temukan Data Baru Kasus KUR, Nama Mirip Anggota DPRD Muncul dalam Penyidikan

Ia menambahkan, sosialisasi Jaga Dapur MBG menjadi bagian dari langkah preventif Kejaksaan dalam mengawal program pemerintah agar tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari.

“Kami ingin membangun pengawasan sejak awal melalui kolaborasi lintas sektor. Pencegahan jauh lebih penting agar program ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh anak-anak sekolah,” tambahnya.

Simbolis penyerahan brosur Jaga Dapur MBG kepada perwakilan sekolah menjadi penanda dimulainya penguatan pengawasan berbasis edukasi di lingkungan pendidikan Kota Pagaralam. Brosur tersebut berisi pemahaman mengenai tata kelola program, transparansi penggunaan anggaran, hingga langkah pencegahan penyimpangan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pagaralam Novi Apriyadi menyambut baik keterlibatan Kejari Pagaralam dalam pengawalan program MBG. Menurutnya, dunia pendidikan membutuhkan pendampingan agar pelaksanaan program berjalan maksimal tanpa menimbulkan persoalan administratif maupun hukum.

Baca juga : Naik ke Penyidikan, Kejari Pagaralam Geledah Bank Sumsel Babel, Dugaan Korupsi KUR Mikro 2024

“Kami sangat mengapresiasi langkah Kejari Pagaralam yang ikut mendampingi dan memberikan pemahaman kepada seluruh kepala sekolah. Ini menjadi bentuk sinergi penting agar program MBG berjalan efektif, aman dan tepat sasaran,” kata Novi Apriyadi.

Di tengah perhatian nasional terhadap efektivitas program makan bergizi bagi pelajar, langkah Kejari Pagaralam ini dinilai menjadi upaya nyata membangun sistem pengawasan sejak tingkat sekolah. Sebab, keberhasilan program tidak hanya bergantung pada anggaran, tetapi juga integritas seluruh pihak yang menjalankannya.(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts