950 Hektar Padi Terancam Gagal Panen

Senin, 29 Februari 2016
Banjir Muratara

Muratara, Sumselupdate.com – Sedikitnya 950 hektare tanaman padi diwilayah Kecamatan Rawas Ilir dan Rawas Ulu terancam gagal panen. Akibat terendam banjir yang melanda wilayah Muratara. Tingginya intensitas hujan merupakan salah satu penyebab tanaman padi petani terendam.

Dari data yang dihimpun sumselupdate.com di lapangan, rincian untuk padi terendam masing-masing di Kecamatan Rawas Ilir 800 hektare di Desa Batu Kucing, sedangkan untuk Kecamatan Rawas Ulu 150 hektare yang berada di tiga desa yaitu Desa Lesung Batu, Remban dan Lubuk Kemang. Namun yang paling parah kerusakannya ada di Desa Lesung Batu 100 hektare.

Camat Rawas Ilir, Suharto menjelaskan data itu bedasarkan hasil pendataan oleh Kades Batu Kucing, Tapi data tersebut tidak menutup kemungkinan bisa saja bertambah. Dikarenakan baru hanya satu desa yang melaporkan.“Bedasarkan laporan dari kades setempat dan bisa saja bertambah, sebab baru hanya satu desa,” katanya.

Bacaan Lainnya

Hal senada dikatakan Camat Rawas Ulu Nafrizal, ada 150 hektare padi terancam gagal panen yang diakibatkan banjir bandang yang melanda wilayah Kabupaten Muratara beberapa waktu lalu.

“Yang sudah didata ada 150 hektare lahan sawah terendam banjir dan pastinya gagal panen, “ungkapnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pertanian, Pertenakan dan Ketahanan Pangan Muratara Ilyas mengatakan bahwa pihaknya akan menurunkan tim Petugas Pengamat Hama Penyakit dan Bencana Alam (PPHP) serta dibantu oleh timnya sendiri. Setelah ada laporan resmi dari tim PPHP, nanti akan dilaporkan ke Dinas Pertanian Sumsel, agar mendapatkan petunjukkan mengenai kerusakan itu.

“Nanti akan menurunkan tim, sebab tim PPHP itulah yang bisa menentukkan lahan itu rusak atau tidak, “tuturnya. (one)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.