3 Sindikat Pengedar Shabu Terancam Hukuman Seumur Hidup

DAKWAAN-Tiga terdakwa pengedar shabu menjalani sidang dengan agenda pembacaan dakwaan di Pengadilan Negeri (PN) Palembang Klas 1 A, Rabu (30/9/2020).

Palembang, Sumselupdate.com-Tiga terdakwa sindikat pengedaran Narkotika jenis shabu dengan barang bukti setengah kilogram shabu bernama Yulianto Saputra, Muhammad Dinurrahman dan Umar Basri (berkas terpisah) menjalani sidang dengan agenda pembacaan dakwaan di Pengadilan Negeri (PN) Palembang Klas 1 A, Rabu (30/9/2020).

Melalui sidang telekonferensi, ketiganya dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Sumsel Imam Murtadlo, di hadapan majelis hakim diketuai Erma Suharti, SH, MH.

Bacaan Lainnya

Dalam dakwaan yang dibacakan, bermula terdakwa Yulianto yang baru bebas dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Lahat ini dihubungi oleh Robin (DPO) yang menyuruhnya untuk mencarikan shabu seberat 4 ons karena ada yang ingin membeli.

“Keesokan harinya, terdakwa Yulianto kembali dihubungi lagi oleh Robin yang menyuruh terdakwa menemui calon pembeli di sebuah kafe, mulanya akan bertemu bertransaksi di sebuah SPBU namun batal,” kata imam saat membacakan dakwaan.

Dilanjutkannya, sekitar dua hari kemudian, terdakwa kembali menemui calon pembeli yang ternyata anggota polisi yang sedang menyamar di sebuah bengkel di kawasan Demang Lebar Daun.

“Saat itu terdakwa bersama dengan Muhammad Dinurrahman, Umar Basri, Bajil (DPO) menemui calon pembeli di bengkel tersebut. Saat itu calon pembeli memperlihatkan uang Rp350 juta kepada Dinu dan Bajil, kemudian baru menyerahkan 2 bungkus shabu dengan berat netto keseluruhan 504,46 gram,” ujarnya

Saat itu, lanjut Imam, para terdakwa ditangkap, namun sempat melarikan diri dengan melakukan perlawan terhadap anggota kepolisian. Karena terdakwa masih berusaha melarikan diri akhirnya anggota kepolisian menembak terdakwa Yulianto hingga mengenai lengan sebelah kiri terdakwa.

“Terdakwa masih berusaha lari, hingga akhirnya tertangkap bersama Dinurrahman dan Umar Basri, namun Bajil berhasil meloloskan diri. Dari pengakuan Yulianto akan mendapat keuntungan apabila Narkotika jenis shabu tersebut berhasil terjual sebesar Rp7 juta, sedangkan dua lainnya sebesar Rp6 juta,” ungkapnya

Atas perbuatan para terdakwa JPU menjerat ketiganya sebagaimana diatur dan diancam pidana Pasal 114 ayat (2) atau pasal 112 Ayat (2) Jo Pasal 132 Ayat (1) UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana penjara paling lama 20 tahun, seumur hidup atau pidana mati.

Setelah mendengarkan dakwaan dari JPU, para terdakwa yang didampingi oleh penasihat hukum Yanti, SH, dari Pos Bantuan Hukum (Posbankum) tidak keberatan atas dakwaan dan sidang dilanjutkan pada Rabu pekan depan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi-saksi. (Ron)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.