100 Prajurit TNI Ikuti MTT Intelijen Teritorial

Suasana pelatihan

Palembang, Sumselupdate.com – Sebanyak 100 prajurit intelijen TNI di wilayah Kodam II/Swj, yang terdiri dari Perwira dan Bintara dari satuan jajaran Kodam II/Swj, Lanal dan Lanud Palembang, mengikuti Mobile Training Team (MTT) Intelijen Teritorial Bais TNI TA 2016, di Balai Prajurit, Jln Sekanak – Palembang.

Kegiatan Mobile Training Team (MTT) Intelijen Teritorial Bais TNI yang akan berlangsung selama 2 hari (14- 15 September 2016) dibuka langsung oleh Pangdam II/Swj Mayjen TNI Sudirman SH, MM, Rabu (14/9/2016), yang juga dihadiri oleh Direktur A Bais TNI Brigjen TNI Eriet Hadi Uriyanto, Irdam II/Swj, Komandan Lanal dam Lanud Palembang, para Asisten dan Kabalak Kodam II/Swj.

Bacaan Lainnya

Kegiatan MTT intelijen teritorial ini bertujuan untuk menyamakan pandangan dan pemikiran serta memberikan gambaran tentang perkembangan dalam lingkup skala nasional sebagai pedoman bagi seluruh aparat intelijen maupun teritorial di daerah dalam menghadapi prediksi ancaman.

Selain itu juga bertujuan untuk meningkatkan peran aparat teritorial TNI selaku Badan Pengumpul Keterangan dalam menghadapi perkembangan situasi di bidang Ipoleksosbudhankam serta mendapatkan masukan (feed back) dari aparat intelijen TNI di wilayah.

Pangdam II/Swj Mayjen TNI Sudirman. SH, MM. ketika membuka kegiatan MTT menjelaskan bahwa seiring dengan perkembangan lingkungan strategis saat ini, ancaman terhadap kedaulatan dan keutuhan wilayah negara serta keselamatan segenap  bangsa, tidak hanya berasal dari ancaman militer, tetapi juga ancaman non militer, baik yang datang dari luar maupun dari dalam negeri yang bersifat dinamis.

Guna mengantisipasi setiap fenomena ancaman yang mungkin terjadi oleh kelompok atau golongan radikal tertentu, menurut Mayjen TNI Sudirman, maka Kodam II/Swj sebagai bagian integral TNI / TNI AD sekaligus sebagai garda terdepan dan benteng terakhir bangsa, dituntut untuk mampu mengantisipasi setiap ancaman yang dapat mengganggu kedaulatan   dan  keutuhan wilayah negara serta keselamatan segenap bangsa kapanpun dan di manapun.

“Diperlukan personel dari Satuan Intelijen yang mampu mengoptimalkan upaya deteksi dini, cegah dini dan lapor cepat serta kemampuan untuk menganalisa suatu permasalahan dan mengantisipasi kerawanan yang mungkin terjadi di wilayah tugasnya”, tandasnya.

Sementara itu, Asintel Panglima TNI Mayjen TNI Benny Indra Pujihastono, SIP, dalam sambutan tertulis yang dibacakan Direktur A Bais TNI Brigjen TNI Eriet Hadi Uriyanto, antara lain menekankan kepada aparat intelijen untuk mengikuti perkembangan situasi di lapangan sebagai deteksi dini dan cegah dini untuk mengantisipasi gejolak yang timbul yang dapat menciptakan instabilitas nasional serta membuat mapping masing-masing wilayah yang  rawan konflik sehingga apabila terjadi kerusuhan aparat keamanan dapat dengan cepat dan tepat menyelesaikan permasalahan tersebut di lapangan serta membudayakan dan meningkatkan sistem lapor cepat dengan koordinasi secara ketat, cepat dan tepat. (ery)

 

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.