10 Anggota DPRD Muaraenim Dipindahkan ke Rutan Pakjo

Dengan tangan diborgol dan memakai rompi keramat bewarna oranye, sepuluh orang anggota DPRD Muaraenim, resmi menginap di Rutan Pakjo Palembang, Selasa (8/2/2022)

Palembang, Sumselupdate.com – Dengan tangan diborgol dan memakai rompi keramat bewarna oranye, sepuluh orang anggota DPRD Muaraenim, resmi menginap di Rutan Pakjo Palembang, Selasa (8/2/2022)

Dikonfirmasi Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK RI Januar Dwi Nugroho, mengatakan, pemindahan sepuluh terdakwa melaksanakan penetapan majelis hakim Tipikor Palembang.

Read More

“Kesepuluh terdakwa dugaan korupsi penerima suap ini 16 proyek kabupaten Muaraenim ini, guna mempermudah proses persidangan yang saat ini akan memasuki agenda pembuktian perkara,” ungkapnya

Diuraikannya, selama proses pemindah tahanan tidak terjadi kendala apapun, kesemua terdakwa tersebut dinyatakan sehat, dilakukan test covid terlebih dahulu sebelum diterbangkan ke Palembang.

Usai diserahkan kepada pihak Rutan Pakjo Palembang, masih kata Januar, sepuluh terdakwa sebagaimana aturan rutan, menjalani proses isolasi terlebih dahulu.

“Namun, untuk persidangan yang diagendakan digelar Rabu besok, masih tetap digelar, dan kemungkinan besar tetap dihadirkan secara virtual, dengan agenda putusan sela dari majelis hakim Tipikor Palembang,” jelasnya.

Lebih lanjut dikatakannya, apabila nanti dalam putusan sela majelis hakim memutuskan untuk melanjutkan pembuktian perkara, maka direncanakan pihak jaksa KPK akan menghadirkan lebih kurang 50 saksi secara bertahap.

Diceritakannya, kesepuluh terdakwa yang telah dipindahkan ke Rutan Pakjo Palembang saat ini yakni, Indra Gani, Ishak Joharsah, Ari Yoca Setiadi, Ahmad Reo Kosuma, Marsito, Mardiansah, Muhardi, Fitrianzah, Subahan dan Piardi.

Sepuluh terdakwa anggota DPRD Kabupaten Muaraenim tersebut, lanjut Yanuar, didakwa dengan tindak pidana turut serta menerima uang fee dengan total Rp 2,6 miliar dari 16 paket proyek di Kabupaten Muaraenim tahun 2019.

Ia membeberkan rincian jumlah aliran dana terutama yang diterima oleh para terdakwa masing-masing menerima Rp200 juta hingga Rp 400 jutaan, sebagian terdakwa telah mengembalikan uang tersebut.

“Namun, hal itu tidak menghapus tindak pidana yang dilakukan oleh terdakwa, hanya nanti itu akan dijadikan pertimbangan hal yang meringankan terdakwa dipersidangan,” tutupnya (Ron)

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.