Warga Muba Tewas Dibacok OTD di Kebun Karet Wilayah PALI

Suasana IGD RSUD PALI.

PALI, Sumselupdate.com – Dasimin (40), warga Desa Sungai Dua, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Provinsi Sumatera Selatan tewas bersimbah darah dengan sejumlah luka bacok di sekujur tubuhnya.

Dari informasi yang dihimpun, peristiwa berdarah itu terjadi pada Senin (7/10), sekitar pukul 18.00, saat korban berada di kebun karet wilayah Tebing Delima, Kelurahan Talang Ubi Selatan, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).

Bacaan Lainnya

Dijelaskan Asia (35), istri korban, dirinya tinggal di sebuah pondok di kebun tersebut bersama tiga orang anaknya.

“Dia (korban –red) pergi mandi hanya pakai handuk dan jaraknya sekitar 50 meter dari pondok. Tidak lama tiba-tiba berteriak, saat itu anak kami yang besar melihat ada sejumlah orang tidak dikenal membacok tubuh suami saya,” jelas Asia saat di IGD RSUD PALI, Senin (7/10).

Ditambahkan Asia, ada dua orang yang membacok suaminya dan dua orang lainnya menunggu di pinggir jalan.

“Yang saya lihat ada dua orang membacok, saat dikejar anak saya yang tua, ada dua orang lagi di pinggir jalan sambil berteriak akan menembak jika mengejar. Langsung anak saya berhenti dan menolong suami saya yang sudah tergeletak di tanah,” imbuhnya.

Menurut keterangan petugas medis di UGD RSUD, korban tidak dapat terselamatkan lagi karena banyak kehabisan darah, dan mengalami luka robek yang cukup dalam akibat bacokan benda tajam.

“Ada luka di punggung kanan kiri atas, paha kiri, lengan kanan, semuanya luka menganga, korban sempat keritis saat tiba di RSUD, namun korban tidak terselamatkan karena kehabisan darah,” ucap dokter Lia.

Sementara itu, pihak Polsek Talang Ubi yang menangani kasus tersebut, mengatakan pihaknya tengah mengumpulkan data dan menyusuri lokasi kejadian.

“Kita masih berupaya untuk segera mungkin mengungkap kejadian ini,” ujar Kanit Reskrim Polsek Talang Ubi Ipda M Arafah, SH. (adj)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.