Viral Siswa SD di PALI Kibarkan Bendera di Tengah Banjir

Tangkapan layar video viral siswa SD di PALI yang mengibarkan bendera di tengah banjir

PALI, Sumselupdate.com — Aksi terpuji dalam aktualisasi cinta tanah air terjadi di Bumi Serepat Serasan, ketia tiga orang siswa Sekolah Dasar Negeri 3 (SD N 3) kecamatan Tanah Abang, kabupaten PALI, mengibarkan Bendera Merah Putih, di tengah kondisi halaman sekolah yang banjir.

Sekolah yang berada di desa Tanah Abang Selatan, itu mendadak langsung menuai pujian di media sosial, lantaran video yang berdurasi sekitar 30 detik yang merekam aksi terpuji tiga orang pelajar tersebut diunggah di akun jejaring sosial facebook Abyzar Welyamza.

Bacaan Lainnya

Dalam video, ketiga pelajar nekat melepas baju dan berenang ke tengah halaman sekolah menuju tiang bendera, kemudian dengan penuh perjuangan, dan tetap menjaga bendera agar tidak jatuh, akhirnya ketiganya berhasil mengibarkan bendera.

Di temui di selah kegiatannya, Asep Welyamza, pemilik akun facebook Abyzar Welyamza menuturkan bahwa aksi heroik itu terjadi pada Senin (24/2/2020) pagi.

Pihak sekolah tidak bisa menggelar upacara bendera lantaran halaman sekolah tergenang air yang mencapai lutut orang dewasa.

“Pagi tadi pak, kami tidak bisa melaksanakan upacara bendera seperti biasanya lantaran halaman sekolah banjir. Ketiga pelajar tersebut ketika melakukan pengibaran, tetap dipantau guru. Alhamdulillah berjalan lancar, dan Bendera Merah Putih tetap berkibar,” ungkapnya.

Kepala SD N 3 Tanah Abang Mat Darussalam, SPd menjelaskan bahwa pihaknya terpaksa tidak menggelar upacara bendera merah putih di hari Senin karena ketinggian air cukup tinggi merendam halaman lapangan upacara dan hanya melibatkan tiga siswanya untuk menaikkan bendera merah putih.

“Sudah seminggu banjir merendam halaman sekolah dan upacara tidak dilakukan, namun kegiatan belajar mengajar normal seperti biasanya,” ungkap Mat Darussalam.

Sementara, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten PALI, Junaidi Anuar mengatakan bahwa terdapat 10 desa yang berada di bantaran Sungai Lematang terkena dampak banjir luapan air Sungai Lematang sejak sepekan terakhir akibat tingginya curah hujan.

“Kita akan bantu air bersih dari BPBD dan Damkar kemudian memberikan pelayanan kesehatan serta posko terpadu 1×24 jam, serta melibatkan sejumlah petugas untuk terus memantau pergerakan debit air,” katanya. (adj)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.