Untuk Kedua Kalinya Bupati Muaraenim Nonaktif Juarsah Menangis Tersedu-Sedu, Apa Lagi?

Bupati Muaraenim nonaktif Juarsah kembali menangis tersedu-sedu di depan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Palembang dalam sidang dugaan korupsi 16 paket proyek di Kabupaten Muaraenim dengan agenda nota pembelaan atau pledoi, Jumat (15/10/2021).

Palembang, Sumselupdate.com – Bupati Muaraenim nonaktif Juarsah kembali menangis tersedu-sedu di depan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Palembang.

Jika pada sidang yang digelar Selasa (28/9/2021) lalu, Juarsah menangis meminta kepada majelis hakim untuk memerintahkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK membuka blokir rekening miliknya, istri, dan anak-anaknya.

Read More

Hari ini, Jumat (15/10/2021), Juarsah menangis sendu dalam sidang dugaan korupsi 16 paket proyek di Kabupaten Muaraenim dengan agenda nota pembelaan atau pledoi.

Di hadapan Majelis Hakim Sahlan Effendi, SH, MH, Juarsah membacakan pledoi yang berjudul ‘Wakil Bupati yang Terdzalami Mencari Keadilan’ dengan menangis tersedu-sedu.

Dengan nada rendah dan pelan satu persatu poin pembelaan disampaikan oleh terdakwa Juarsah di hadapan majelis hakim.

Adapun poin yang disampaikan di antaranya Juarsah menyampaikan dirinya tidak sama sekali mengetahui tentang 16 paket proyek di Kabupaten Muaraenim dan dirinya merasa sama sekali tidak pernah menerima uang ataupun janji-janji lainnya.

“Maka dari itu saya mohonkan pada majelis hakim dapat menimbang dan memutuskan perkara ini dengan seadil-adilnya,” ujar Juarsah sambil terisak.

Sempat terdengar Juarsah terseduh menahan tangisnya di muka sidang sambil membacakan pembelaannya yang dituntut hukuman lima tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK.

Masih dalam pembelaannya, Juarsah mengatakan tuntutan JPU terhadapnya tidaklah benar.  “Saya ini wakil bupati yang terdzalimi dan hendak mencari keadilan,” tegasj Juarsah.

Bupati Muaraenim non aktif tersebut juga mengaku sakit hati dengan pernyataan saksi Elvin MZ Muchtar, jika ada uang yang digunakan untuk biaya kampanye anak dan istrinya.

“Sakit hati saya dikatakan JPU saya menerima uang dari Robi, dan disebut uang itu untuk biaya pemilu anak dan istri saya dan didakwa ikut bagi-bagi proyek,” kata Juarsah dengan nada sedihnya.

Ia mengaku, selama menjabat wakil Bupati, segala hal yang menyangkut proyek di pemerintahan adalah hal baru baginya.

Mengingat dia sebelumnya merupakan pengusaha yang di antaranya bergerak di bidang jual beli truk angkut baru-bekas.

Ditemui awak media usai persidangan, Juarsah mengaku lega telah menyampaikan pembelaannya kepada majelis hakim.

“Lega rasanya dapat menyampaikan apa yang saya ketahui, apa yang saya alami dan sesuai dengan fakta persidangan. InsyaAllah hakim akan memberikan yang terbaik dan yang seadil-adilnya, melepaskan saya dari segala dakwaan maupun tuntutan,” ucap Juaarsah di hadapan awak media. (don)

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.