PALI, Sumselupdate.com – Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Talang Ubi diduga telah melakukan pungutan liar (pungli) terhadap siswanya. Hal ini diketahui dari salah seorang wali murid yang membeberkan kelakuan kespsek tersebut kepada awak media.
“Anak kami disuruh sumbangan sebesar Rp 25 ribu per siswa, katanya untuk mengecat sekolah. Yang kami curigai mengapa kami dirapatkan per kelas, bukan secara bersama dan bukan menggunakan anggaran yang ada,” ujar salah satu wali murid kepada awak media.
Sementara itu, Kepala Sekolah (kepsek) yang besangkutan saat dihubungi wartawan membantah jika sekolah yang dipimpinnya melakukan pungli terhadap siswa.
“Itu bukan pungli, tapi sumbangan sukarela dan sudah disetujui oleh semua wali murid. Kami juga tidak tidak tahu menahu bentuk uang itu ke mana, dan uang itu langsung menjadi urusan tukang yang bekerja,” kilahnya (13/10/2016).
Terpisah, Drs Abu Hanifah, Kepala Dinas Pendidikan dan Budaya (Kadisdikbud) kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) mengaku belum mengetahui dan belum menerima laporan adanya pungli yang dilakukan oknum Kepsek.
“Kalau bangunan ringan seharusnya bisa menggunakan dana BOS (Biaya Operasional Sekolah), dan kalaupun tidak bisa ataupun lebih besar biayanya kan bisa dianggarkan melalui dinas,” tuturnya saat dijumpai di kantor Bupati PALI di jalan Merdeka KM 10 kelurahan Handayani Mulya.
Abu juga akan segera memanggil oknum kepsek tersebut untuk mengklarifikasikan kebenaran berita tersebut.
“Kita akan kroscek ke sekolah terkait, jika memang benar adanya kita akan memanggil dan memberikan teguran terhadap kepsek,” pungkasnya. (adj)











