Tidak Ada NUKS Tidak Bisa Jadi Kepsek

Sekda Ratu Dewa melantik sejumlah pejabat struktural di lingkungan Pemko Palembang.

Palembang, Sumselupdate.com – Nomor Unik Kepala Sekolah (NUKS) jadi syarat utama menjabat Kepala Sekolah (Kepsek). Hanya saja SD di Palembang banyak jabatan Kepsek dijabat oleh Pelaksana Tugas (Plt).

Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Daerah Kota Palembang Ratu Dewa usai pelatikan 238 pejabat struktural Pemkot Palembang, Pengawas dan Kepala Sekolah, di Kantor Walikota Palembang, Rabu (14/10/2020).

Bacaan Lainnya

Sekretaris Daerah Kota Palembang Ratu Dewa mengatakan, pelantikan ini harusnya sudah dilakukan sebelumnya. Tapi karena ada syarat yang belum dipenuhi maka pelantikan diundur, salah satunya harus ada NUKS.

“Khusus SD banyak yang belum memenuhi syarat maka Kepsek dijabat Pelaksana Tugas (Plt), jadi tidak bisa dilantik,” katanya.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palembang Ahmad Zulinto mengatakan, syarat utama menjadi Kepsek harus memiliki NUKS karena merupakan aturan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemndikbud). “Selain itu minimal berpangkat IIIC,” katanya.

Lanjut Zulinto, untuk mendapatkan NUKS harus melakukan diklat selama dua bulan. Ia memastikan, seluruh Kepsek yang dilantik sudah memiliki NUKS.

“Saya turunkan jika terbukti tidak memiliki NUKS. Dari Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah (LPPKS) sudah dikirim ke saya dan sudah saya cek kebenarannya, jika palsu orang itu kena sanksi,” katanya.

Ia menjabarkan, Kepsek yang dilantik TK 1 orang, SD 66 orang, SMP 52 orang meliputi promosi dan mutasi. Pejabat struktural Dinas Pendidikan 1 orang Kabid dari promosi dan 1 Kabid dari mutasi, dan ada 10 eselon IV.

“Kepsek SD belum terpenuhi masih ada sisa 36 orang karena belum memiliki NUKS, Tata Usaha (TU) 14 orang lagi karena banyak yang tidak mau jadi Kepala TU. Karena beda waktu pensiunnya 2 tahun, kalau Guru pensiunnya 60 tahun, TU 58 tahun,” katanya.

Menurutnya, pelatikan ini ada yang dari promosi dan mutasi. Promosi karena ada memang Kepsek pensiun dan kosong digantikan Pelaksana Tugas seperti kebanyakan di SD maka defenitif. Ada juga Kepsek dibebastugaskan karena masa pensiun sudah dekat.

“Seperti untuk di SMP itu yang mendekati masa pensiun maka dibebastugaskan, karena di bawah Juli 2021 untuk SMP belum tentu ada pelantikan lagi,” katanya. (Iya)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.