Tersangka Korupsi Dugaan Pembangunan Jalan Cor di Pelabuhan Dalam Terancam 20 Tahun Penjara

Tersangka Fauzi saat digiring ke dalam Rumah Tahanan Negara Kelas 1 Pakjo Palembang, Kamis (18/3/2021).

Palembang, Sumselupdate.com – Tiga hari ditetapkan sebagai tersangka, akhirnya oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Ogan Ilir, berinisial Fauzi ditahan oleh penyidik pidana khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Selatan (Kejati Sumsel).

Jika sebelumnya Fauzi belum ditahan, maka mulai hari ini dirinya mendekam dalam Rumah Tahanan Negara Kelas 1 Pakjo Palembang.

Bacaan Lainnya

“Tersangka mulai hari ini kita serahkan ke Rutan Pakjo untuk proses hukum selanjutnya,” ungkap Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Sumsel, Khaidirman kepada awak media, Kamis (18/3/2021).

Menurut Khaidirman, seluruh berkas perkara dari tersangka sudah mendekati lengkap.

Artinya dalam waktu dekat berkas perkara korupsi pembangunan Jalan Pelabuhan Dalam, Inderalaya, Ogan Ilir akan naik ke Pengadilan Negeri Palembang Klas 1A Khusus Sumsel.

“Sejauh ini berkas perkara tengah dilengkapi, berkas yang ada pun akan segera dilimpahkan dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU),” jelasnya

Menurutnya, selama pemeriksaan oleh tim Pidsus Kejati, pihaknya menemukan dugaan aliran tindak pidana korupsi (Tipikor) dalam pembangunan jalan menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) Pemkab OI tahun 2017.

Saat itu, jumlah anggaran untuk pembangunan disinyalir mencapai Rp18 miliar.

Namun, dalam prosesnya tersangka sebagai Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) mengurangi volume coran jalan, sehingga timbul kerugian negara.

“Dari hasil hitungan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sumsel ditemukan ada kerugian negara sebesar Rp3,2 miliar. Dari hasil penyidikan diketahui ada pengurangan volume pembangunan yang tidak sesuai dengan spesifikasi,” jelasnya

Atas perbuatannya, tersangka terancam dikenakan hukuman penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun.

Dirinya akan dikenakan pasal 2 subsider pasal 3 UU Pemberantasan Tipikor, nomor 31 tahun 1999 diubah menjadi UU nomor 20 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

“Tim pidsus juga masih mencari apakah ada tersangka baru dalam kasus ini. Masih kita dalami,” tutupnya. (ron)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.