Indralaya, Sumseludpate.com — Suasana haru mewarnai peringatan Hari Jadi Kabupaten Ogan Ilir ke-22. Dalam acara Doa Bersama dan Tausiyah yang digelar di Masjid An Nur, Komplek Perkantoran Terpadu (KPT) Tanjung Senai, Senin (5/1/2026), Bupati Ogan Ilir Panca Wijaya Akbar menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada seluruh masyarakat.
Di hadapan para tamu undangan, Panca menyadari bahwa selama masa kepemimpinannya masih terdapat kekurangan dan hal-hal yang belum maksimal. Ia menjadikan momentum ulang tahun kabupaten ini sebagai ajang evaluasi diri untuk kinerja yang lebih baik ke depan.
“Di kesempatan ini saya mengucapkan terima kasih sudah dipercaya memimpin Ogan Ilir. Saya juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama menjabat sebagai bupati ada kekurangan. Kritikan tersebut akan menjadi evaluasi kedepannya,” ungkap Bupati Panca.
Ia juga menyinggung terkait tantangan anggaran daerah, di mana tahun lalu Pemkab Ogan Ilir telah memprioritaskan pelantikan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) yang menyerap anggaran cukup besar.
Terkait infrastruktur, Panca menjelaskan kepada masyarakat bahwa perbaikan jalan yang rusak tidak dapat dilakukan secara instan, melainkan harus melalui mekanisme proses penganggaran yang taat aturan.
Selain refleksi kinerja, Bupati Panca menegaskan komitmen Pemkab Ogan Ilir dalam menyukseskan program prioritas pemerintah pusat agar dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat Bumi Caram Seguguk.
Salah satu yang menjadi sorotan adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi anak sekolah. Panca berjanji akan memperluas jangkauan program ini bagi kecamatan yang belum tersentuh.
“Alhamdulillah masyarakat sudah merasakan manfaatnya. Namun bagi kecamatan yang belum merasakan, nanti kita akan menambah dapur MBG agar semua bisa merasakan,” tegasnya.
Tak hanya itu, Ogan Ilir juga mendapatkan kepercayaan program pusat berupa Sekolah Rakyat yang berlokasi di Rantau Alai. Panca menjelaskan bahwa sekolah berkonsep semi-pondok pesantren ini memiliki misi sosial yang kuat.
“Sekolah rakyat ini bukan saja bagi orang kurang mampu, tetapi anak yang ‘nakal’ juga bisa dimasukkan di sana untuk pembinaan karena konsepnya semi pesantren,” jelas Panca.
Di sektor ketahanan pangan, Panca menargetkan Ogan Ilir dapat berkontribusi maksimal dalam program swasembada pangan nasional melalui cetak sawah baru.
Meski mengakui adanya kendala dalam ketersediaan lahan, Panca tetap optimistis mengejar target luasan 10.000 hektare sawah baru di wilayahnya. Ia memastikan seluruh program pusat tersebut akan dikawal hingga benar-benar dinikmati oleh masyarakat.
“Saya pastikan program tersebut sampai ke masyarakat. Doakan untuk Ogan Ilir agar dapat sebanyak mungkin program yang nantinya bisa dinikmati masyarakat,” pungkasnya.(**)











