Palembang, Sumselupdate.com – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Dr. H. Herman Deru menerima kunjungan jajaran Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Palembang di Ruang Tamu Gubernur Sumsel, Kamis (23/7/2026).
Pertemuan tersebut berlangsung dalam rangka silaturahmi sekaligus acara kenal pamit Ketua Pengadilan Tinggi Agama Palembang.
Ketua PTA Palembang, Drs. H. Abdullah, yang mendapat amanah sebagai Ketua Pengadilan Tinggi Agama Provinsi Banten, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Sumsel atas dukungan serta sinergi yang telah terjalin selama dirinya bertugas di Sumatera Selatan. Menurutnya, kolaborasi yang baik tersebut telah mendorong peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Abdullah mengungkapkan, selama masa kepemimpinannya berbagai kemajuan berhasil diwujudkan, khususnya dalam pengembangan layanan berbasis digital. Selain itu, pihaknya juga memperkuat koordinasi untuk memastikan pelaksanaan putusan pengadilan yang berkaitan dengan hak-hak anak dapat berjalan secara optimal.
Sementara itu, Ketua PTA Palembang yang baru, Drs. H. Nur Khazim, M.A., menyatakan komitmennya untuk melanjutkan berbagai program yang telah dirintis pendahulunya. Mantan Ketua PTA Sumatera Barat itu menegaskan akan terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Provinsi Sumsel guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Nur Khazim mengatakan, salah satu fokus yang akan dikembangkan adalah memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengakses berbagai layanan administrasi, termasuk layanan yang berkaitan dengan buku nikah. Ia berharap kolaborasi dengan pemerintah daerah dapat semakin mempercepat terwujudnya pelayanan yang mudah, cepat, dan transparan.
Gubernur Herman Deru menyambut hangat kehadiran Nur Khazim di Bumi Sriwijaya. Ia menjelaskan bahwa Sumatera Selatan merupakan salah satu daerah yang dikenal memiliki tingkat kerukunan masyarakat yang tinggi sehingga mampu menjaga kondisi yang aman dan kondusif di tengah keberagaman suku, budaya, dan agama.
Menurut Herman Deru, keberhasilan Sumsel dalam menjaga keharmonisan masyarakat menjadi modal penting dalam mendukung pembangunan daerah. Karena itu, ia menegaskan kerja sama antara Pemerintah Provinsi Sumsel dan Pengadilan Tinggi Agama tidak boleh berhenti sebatas penandatanganan nota kesepahaman.
“Bukan hanya MoU, tetapi harus menjadi MoA, action atau aksi nyata yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegas Herman Deru.
Di akhir pertemuan, Herman Deru menekankan bahwa pembangunan spiritual memiliki kedudukan yang sama pentingnya dengan pembangunan fisik. Ia mencontohkan, saat menjabat sebagai Bupati Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, dirinya berhasil melahirkan Peraturan Daerah tentang Zakat sebagai bentuk keberpihakan pemerintah terhadap penguatan nilai-nilai keagamaan.
Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan wujud nyata peran pemerintah dalam membangun kesejahteraan masyarakat melalui pendekatan spiritual dan sosial.











