Jelang Kemarau, Pasukkan Pencegah Karhutla di OKU Disiapkan

Kamis, 18 Maret 2021
Apel Pasukan dan Peralatan Karhutla, di Halaman Kantor Bupati OKU.

Laporan: Armiziwadi

Baturaja, Sumselupdate.com – Guna menekan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) menjelang musim kemarau, Pelaksana harian Bupati OKU Edward Candra, menggelar Apel Pasukan dan Peralatan Karhutla, di Halaman Kantor Bupati OKU, Kamis (18/3/2021).

Read More

Pelaksana harian Kepala BPBD Kabupaten OKU Taufik, menyebut, apel yang diikuti Kodim 0403 OKU, Polres OKU, BPBD, Satpol PP,  Damkar, Dishub, Pasukan Tagana Dinsos, PT. Musi Hutan Persada,   Dinkes, BUMN, BUMD, serta masyarakat peduli api, untuk berkoordinasi dalam penangganan Karhutla.

“Apel sengaja digelar untuk mempersiapkan Satgas, koordinasi dan mengantisipasi Karhutla di OKU,” ucapnya.

Sementara itu, Pelaksana harian Bupati OKU Edward Candra, meminta Satgas untuk mempertahankan tren positif yang mampu mencegah Karhutla di OKU dalam lima tahun terakhir.

“Supaya itu bisa tercapai, perlu menyatukan gerak langkah antisipasi dan kewaspadaan dini, terhadap potensi Karhutla yang diperkirakan terjadi Mei hingga September 2021,” ucapnya.

Dalam kesempatan ini, Candra juga menyampaikan jika Presiden Joko Widodo sebelumnya telah menyampaikan enam poin penting, dalam penangganan Karhutla.

Pertama, Presiden meminta agar upaya pencegahan diprioritaskan. Prioritas pencegahan jangan sampai terlambat karena jika sudah terlambat, upaya pemadaman akan jauh lebih sulit untuk dilakukan.

Kedua, infrastruktur pemantauan dan pengawasan harus sampai tingkat bawah. Selain dari sisi teknologi, Presiden juga meminta agar unsur pemerintahan serta TNI dan Polri di bawah yaitu Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan kepala desa turut dilibatkan dalam upaya pencegahan kebakaran hutan ini.

Ketiga, semua pihak harus mencari solusi yang permanen untuk mencegah dan menangani kebakaran hutan dan lahan ini untuk tahun-tahun mendatang.

Keempat, Presiden meminta agar penataan ekosistem gambut dalam kawasan hidrologi gambut harus terus dilanjutkan.

Kelima, Presiden kembali menekankan pentingnya untuk tidak membiarkan api membesar sehingga sulit dikendalikan. Untuk itu, seluruh unsur pemerintah di daerah baik gubernur, bupati, walikota, maupun unsur TNI-Polri baik pangdam, danrem, dandim, kapolda, hingga kapolres, harus tanggap dalam menyikapi hal tersebut.

Keenam, Kepala Negara meminta agar langkah penegakan hukum dilakukan tanpa kompromi. Penegakan hukum yang tegas terhadap siapapun yang melakukan pembakaran hutan dan lahan.

Turut hadir Dandim 0403 OKU, Kajari OKU, WakaPolres OKU, Sekda, Asisten, Kanmenag, OPD, Kabag, Camat, Muspika, BUMN/BUMD, Orari, RAPI, LSM Peduli Api dan tamu undangan lainnya. (**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts