Terkuak, Mayat Dikubur dalam Lubang 1,5 Meter di Muaraenim, Korban Pembunuhan!

Proses evakuasi jenazah korban.

Laporan: Endang Saputra

Muaraenim, Sumselupdate.com – Sungguh kejam apa yang dilakukan oleh ketiga teman Parsidi (45), warga Dusun I, Desa Sri Karang Rejo, Kecamatan Lalan, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba).

Bacaan Lainnya

Parsidi harus meregang nyawa di tangan ketiga temannya dengan cara dicekik dan dikuburkan serta uangnya diambil oleh ketiganya di kawasan perkebunan Desa Menanti, Kecamatan Lubai, Kabupaten Muaraenim.

Informasi dihimpun, peristiwa pembunuhan itu berawal pada Kamis (27/5/2021), sekitar pukul 09.00 WIB. korban bersama dengan pelaku Sukasman dan Sutarjo (tertangkap) serta Suwandi (DPO) pergi menuju Desa Menanti, Kecamatan Lubai, Kabupaten Muaraenim dengan tujuan membeli lahan irigasi dan membawa uang sebesar Rp75 juta.

Kemudian mereka berempat menuju ke lokasi lahan yang rencananya akan dibeli korban. Setibanya di lokasi, ternyata ketiga pelaku sudah sekongkol untuk membunuh korban.

Niat menghabisi nyawa Parsidi direncanakan secara matang. Ini terlihat ketiga pelaku sudah  menyiapkan lubang untuk kuburan korban.

Setelah posisi dan situasi aman, ketiganya pun menjalankan aksinya dengan mengeroyok serta membunuh korban.

Setelah dirasa tewas, guna menghilangkan jejaknya ketiga pelaku mengangkat tubuh korban ke sebuah lubang yang telah mereka siapkan dengan kedalaman sekitar satu setengah meter yang berjarak sekitar 30 meter dari lokasi pembunuhan. Setelah itu ketiga melarikan diri dan membagi hasil uang korban.

Selanjutnya pada Senin (31/5/2021), sekitar pukul 23.00 WIB, korban tidak bisa dihubungi oleh pelapor bernama Suyatman (31) yang merupakan adik korban.

Kecurigaan Suyatman muncul manakala pada Rabu (2/6/2021), dia melihat pelaku Sukasman dan  Suwandi (DPO) sudah pulang.

Ketika itu, Suyatman langsung bertanya kepada kedua pelaku dan dijawab enteng keduanya tidak tahu keberadaan korban Parsidi.

Lantaran merasa curiga, pada Selasa (8/6/2021), sekitar pukul 21.00 WIB, pelapor bersama dengan warga dan pemerintah desa langsung mengamankan pelaku Sukasman untuk diinterogasi.

Saat diinterogasi, pelaku Sukasman mengakui bahwa telah melakukan pembunuhan terhadap korban Parsidi pada Sabtu (29/5/2021) di Desa Menanti, Kecamatan Lubai, Kabupaten Muaraenim.

Didasari pengakuan tersebut, tanpa membuang waktu Sukasmas langsung diserahkan ke Polsek Lalan yang selanjutnya dilaporkan ke Polsek Lubai.

Setelah mendapatkan laporan dari keluarga korban, Kapolsek Rambang Lubai AKP Apriansyah, SH, MSi, memerintahkan Kanit Reskrim Iptu Aisen Hower, SH bersama Tim Cobra yang di-back up tim Rajawali Sat Reskrim Polres Muaraenim langsung melakukan penyelidikan dan penangkapan terhadap pelaku Sutarjo.

Sutarjo diamankan pada Rabu (9/6/2021), sekitar pukul 02.30 WIB dan dibawa ke Polsek Rambang Lubai dan menjemput tersangka Sukasman di Polsek Lalan untuk dibawa ke Polsek Rambang Lubai.

Kapolres Muaraenim melalui Kapolsek Rambang Lubai AKP Apriansyah membenarkan adanya kejadian tersebut.

Saat ini, tim Forensik dari Polda Sumsel bersama tim forensik Polres Muaraenim telah melakukan evakuasi dan autopsi terhadap mayat korban.

“Dari hasil autopsi memang ditemukan luka-luka benda tumpul. Untuk jenazah sudah dibawa oleh keluarganya ke Muba. Kalau untuk detilnya nanti di Polres Muaraenim yang akan memberikan informasi lebih lanjut,” ungkapnya.

Sementara itu, kakak ipar korban Purwanto (36), menjelaskan bahwa tujuan korban ke Desa Menanti untuk membeli lahan setelah diiming-imingi Suwandi (DPO).

Setelah melihat korban tidak kunjung pulang sementara rekannya sudah pulang, mereka pun melakukan penelurusan dan ternyata korban dibunuh.

Warga antusias melihat proses evakuasi jenazah korban.

“Kita berharap pelaku satunya lagi ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku,” ujar Purwanto di sela-sela autopsi korban di lokasi kejadian.

Dirinya juga tidak menyangka, bahwa Sukasman itu masih ada hubungan keluarga dengan korban tega melakukan tindakan keji tersebut.

“Sangat disayangkan padahal korban dan Sukasman ada hubungan keluarga, kok tega hingga menghabisi korban,” sesalnya.

Setelah korban tidak pulang selama lima hari, istri korban, tiga orang anak dan menantu korban secara bersamaan, bermimpi korban pulang.

“Paginya keluarga korban mimpi yang sama, bahwa korban pulang. Mungkin itu firasat dan petunjuk,” pungkasnya.

Sementara pantauan di lapangan, untuk menuju lokasi tempat dikuburnya korban tersebut harus berjalan kaki dengan jarak satu kilometer dari Desa Menanti, Kecamatan Lubai.

Tampak warga antusias untuk melihat proses penggalian tubuh korban yang dikubur oleh pelaku dan proses autopsi.

Proses autopsi selesai pukul 17.00 WIB dan jenazah korban langsung diserahterimakan kepada keluarga korban dan diantar langsung dengan mendapat pengawalan Kapolsek Lubai AKP Apriansyah ke rumah duka. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.