Pelaku Pembunuhan Suami-Istri di PALI Tertangkap, Ini Motifnya

Pelaku Diding duduk di kursi roda

PALI, Sumselupdate.com — Pelaku pembunuhan terhadap pasangan suami-isteri (pasutri) di Talang Tumbur, Kelurahan Talang Ubi Utara, PALI pada Minggu (2/1/2021) akhirnya tertangkap. Pelaku ialah Diding (27) yang juga merupakan warga Talang Tumbur.

Usut punya usut, Diding nekat melakukan aksi keji tersebut hanya gara-gara tidak senang karena ditegur oleh kedua korban saat pelaku hendak mengambil rambutan.

Bacaan Lainnya

Tersangka Diding berhasil ditangkap pada Selasa (04/01/22) malam di Kecamatan Penukal Utara.

Kapolres PALI AKBP Rizal Agus Triyadi SIK mengatakan, pelaku setelah melakukan pembunuhan sempat melarikan diri dengan cara menumpang mobil di Simpang Lima Talang Ubi ke Penukal Utara dan berencana menuju sekayu Musi Banyuasin.

“Alhamdulillah sekira pukul 9 malam (Selasa, 4 Januari 2022) pelaku berhasil diamankan di kecamatan Penukal,” ungkap Kapolres PALI AKBP Rizal AT.

Dikatakan Kapolres, pelaku sempat melakukan perlawanan dan hendak melarikan diri saat akan diamankan oleh petugas kepolisian. Pelaku Diding akhirnya berhasil dilumpuhkan setelah dihadiahi empat timah panas di kedua kakinya.

Kapolres menjelaskan, motifnya pelaku ialah dendam, karena pelaku mengambil buah rambutan di rumah korban. Ketika ditegur, timbul niat untuk menghabisi korban.

“Pelaku secara sadar melakukan pembunuhan. Atas perbuatannya pelaku akan dikenakan pasal 340 tentang pembunuhan berencana dengan hukuman seumur hidup bahkan hukuman mati,” jelasnya.

“Pelaku juga sudah sering melakukan pencurian, mudah-mudahan pelaku dihukum seberat-beratnya,” tambahnya.

Sementara itu, pelaku Diding saat diwawancarai wartawan mengaku, dirinya melakukan pembunuhan karena tersinggung dengan perkataan korban Sumini (65) dan Marsidi (85), karena masalah buah rambutan.

Aku tesinggung, pas aku nak mintak rambutan dengan korban (Marsidi) korban ngatoi aku. Dio jugo ngatoi wong tuo aku, ngomong ado anak tapi dak diurusi di situlah aku dendam,” ujar Diding.

Ditambah Diding, dirinya sudah merencanakan pembunuhan kedua korban sebelumnya. Dikatakannya, kedua korban dihabisi nyawanya saat sedang tidur.

“Aku menyelinap masuk ke rumah korban sekira pukul 8 malam mengeksekusi korban sekira pukul 9 malam.” bebernya.

Pertama aku bunuh yang betino, karena target aku memang yang betino selanjutnyo aku mbunuh yang lanang dengan kampak dem tu aku tutupi dengan tikar,” tambahnya.

Tidak sampai disitu, ternyata pelaku juga terbesit niat untuk membakar kedua korban. Namun karena tidak ada korek api, niat tersebut kemudian dibatalkan pelaku.

Rencananyo korban nak aku bakar oleh gatek korek laju urung,” jelasnya

Dari pengakuan Diding, usai membunuh kedua korban, dirinya mengambil TV dan tabung gas, untuk mengelabui petugas agar terlihat seperti pencurian.

Saat ditanya wartawan ketika rilis dipolres PALI Diding mengaku tidak merasa menyesal sedikit pun.

“Aku puas dan senang hati mereka sudah aku bunuh, karena aku sakit hati kedua orang tua yang membesarkan aku dihina,” dalihnya.(adj)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.