Terima SMS Belum Tentu Bisa Divaksin Covid-19, Kok Bisa?

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pagaralam Dessy Elviani.

Laporan: Novrico Saputra

Pagaralam, Sumselupdate.com – Meski Kota Pagaralam, tidak masuk dalam tahap pertama penerima vaksin corona produksi Sinovac Biotech, tapi Dinas Kesehatan Kota Pagaralam telah mengantungi 961 Tenaga Kesehatan sebagai penerima vaksin.

Bacaan Lainnya

Sebanyak 961 Tenaga Kesehatan ini, nantinya akan menerima Short Message Service (SMS) konfirmasi jika menjadi salah satu penerima vaksin corona produksi Sinovac Biotech yang berasal dari negara China itu. Tapi, belum tentu penerima SMS bisa divaksin, jika ternyata pernah terpapar corona atau ada penyakit bawaan.

“Data tenaga kesehatan sudah dimasukkan dan tenaga kesehatan yang valid itu sudah terima SMS surat edaran. Untuk kita di Kota Pagaralam penerima vaksin lebih dari 961,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kota Pagaralam Dessy Elviani, Senin, (11/1/2021).

Tapi, sebelumnya, Dinas Kesehatan akan melakukan klarifikasi terhadap kesehatan dari tenaga kesehatan tersebut. Jika mereka terdapat sudah pernah terpapar virus corona atau tenaga kesehatan itu memiliki penyakit bawaan, maka mereka tidak akan diberikan vaksin tersebut.

“Kalau sudah sampai, yang menerima SMS akan kita klarifikasi. Jika sudah pernah terinfeksi mereka tidak di vaksin atau ada penyakit, maka ditunda pemberian vaksinnya,” jelas Dessy Elviani.

Ia juga menambahkan, orang yang sudah pernah terpapar virus corona tidak harus mendapatkan vaksin, karena di dalam tubuh mereka sudah terbentuk antibodi walaupun tidak banyak.

“Tidak diprioritaskan untuk divaksin, karena di dalam tubuhnya sudah terbentuk antibodi” ujarnya.

Menurutnya, pemberian vaksin yang akan berlangsung hingga tahun 2022 kepada masyarakat tidak akan sepenuhnya menyelesaikan Pandemi Covid-19.

“Vaksin ini tidak serta merta menyelesaikan covid, karena program pemberian vaksin sampai selesai di 2022. Prioritas awal baru tenaga kesehatan,” pungkasnya. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.