Prabumulih, Muba dan PALI Tereliminasi Penerima Vaksin Covid-19 Tahap Pertama, Ini 4 Kabupaten/kota yang Berhak

30.000 vaksin Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) produksi Sinovac Biotech sudah tiba di Sumsel beberapa waktu lalu.

Palembang, Sumselupdate.com – Sebanyak 30.000 Vaksin Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) produksi Sinovac Biotech jatah Sumsel, tadinya akan didistribusikan ke tujuh kabupaten/kota. Tapi, kini dirampingkan menjadi empat kabupaten/kota saja.

Tiga kabupaten/kota yang ‘terelimanasi’ penerima vaksin tahap pertama adalah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Panungkap Abab Lematang Ilir (PALI) dan Kota Prabumulih.

Bacaan Lainnya

Vaksin Covid-19 ini, bakal didistribusikan kepada empat kabupaten/kota saja, yakni Kota Palembang, Kabupaten Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir (OKI) dan Banyuasin.

“Untuk pendistribusian vaksin masih menunggu keluarnya Emergency Use Authorization (EUA) dan fatwal halal,” kata Kasi Surveliensi dan Imunisasi Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel Yusri, Senin (11/1/2021).

Sebelumnya, untuk tahap pertama 30.000 dosis/vial vaksin ini akan didistribusikan ke tujuh Kabupaten/kota, maka kini direvisi jadi empat kabupaten/kota terlebih dahulu.

“Empat Kabupaten/Kota tersebut yaitu Palembang sebanyak 16.411 dosis/vial, Ogan Ilir (OI) sebanyak 2.681 dosis/vial, Banyuasin sebanyak 3.272 dosis /vial dan Ogan Komering Ilir (OKI) sebanyak 3.853 dosis/vial,” katanya.

Menurut Yusri, difokuskan ke empat kabupaten/kota terlebih dahulu, karena untuk pelatihan vaksinatornya akan dilakukan bertahap, mulai hari ini yang akan di bagi lima gelombang.

“Untuk gelombang pertama akan dilatih 500 orang, sampai nanti akan ada lima gelombang. Pelatihanya melalui zoom secara online dari Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BBPK) Ciloto,” jelasnya.

Dalam pelatihan ini, tidak ada praktek menyuntikkan vaksin. Sebab yang dilatih memang sudah terbiasa melakukan pekerjaan tersebut. Jadi pelatihan ini sebagai bentuk penguatan saja.

“Untuk vaksin yang akan didistribusikan ke empat Kabupaten/kota tersebut, setelah adanya EUA dan fatwal halal maka Kabupaten/kota akan dihubungi untuk mengambil vaksin. Jadi sistemnya Kabupaten/kota yang mengambil ke gudang vaksin,” tutupnya (Ron)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.