Terdakwa Pembunuhan Istri Mantan Manajer PT Mitra Ogan Dijatuhi Hukuman Mati

Ilustrasi

Baturaja, Sumselupdate.com – Masih ingat dengan Rahmat Sumaidi alias Medi, terdakwa kasus perampokan disertai pembunuhan terhadap korban Hermin Widayanti, istri mantan manajer PT Mitra Ogan Darsono di Lorong Bersama Desa Air Paoh Kecamatan Baturaja Timur pada April 2018 silam.

Ia dijatuhi hukuman mati oleh majelis hakim dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Baturaja, pada Kamis (10/1).

Bacaan Lainnya

Ketua PN Baturaja Dennie Arsan Fatrika SH MH melalui Humas PN Dedi Irawan SH dihubungi via sambungan telepon membenarkan majelis hakim pada sidang kemarin telah menjatuhkan vonis mati kepada terdakwa Medi.

Dikatakan Dedi, terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan pembunuhan berencana sebagaimana dalam Pasal 340 KUHP terhadap korban Hermin Widayanti. “Salah satu hal yang memberatkan terdakwa belum adanya perdamaian serta terdakwa melakukan pembunuhan terhadap korban secara sadis,” ucapnya, Jumat (11/1/2019).

Vonis tersebut lebih berat dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum  yang menuntut terdakwa dengan hukuman 20 tahun penjara, atas pertimbangan alat bukti dan sebagainya Pengadilan Negeri Baturaja menjatuhkan hukuman mati kepada terdakwa.

Sementara itu, kuasa hukum terdakwa, Bambang Irawan SH saat dikonfirmasi mengatakan jika pihaknya sudah berusaha semaksimal mungkin. Awalnya jaksa menuntut terdakwa dengan hukuman penjara selama 20 tahun.

“Setelah itu kita mengajukan pledoi, sempat majelis hakim menunda sidang putusan, namun setelah putusan kami kaget hakim memutuskan hukuman mati untuk klien kami,” kata Bambang.

Dirinya juga mengatakan jika ia masih menunggu pihak keluarga klien nya untuk mengajukan banding terhadap putusan hakim. “Kalau klien kami hanya bisa tertunduk lesu dan tidak bisa berkata apa-apa. Namun keluarganya sudah menelpon kita untuk menanyakan bagaimana mekanisme banding,” paparnya.

Lebih lanjut Bambang mengatakan jika terdakwa punya waktu 7 hari untuk melakukan banding ke Pengadilan Tinggi Palembang. “Terdakwa punya waktu 7 hari untuk melakukan banding, kita tunggu pihak keluarganya dulu, jika memang meminta banding kita akan langsung melakukan banding ke Palembang,” pungkasnya. (wid)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.