Sanaa, Sumselupdate.com – Kelompok Houthi Yaman mengklaim berhasil menembak jatuh sebuah pesawat nirawak (drone) milik Arab Saudi di wilayah udara Provinsi Saada, Yaman utara, yang merupakan salah satu basis utama kelompok tersebut.
Dalam pernyataan yang diunggah melalui platform media sosial X pada Rabu (29/7), Juru Bicara Militer Houthi Yahya Sarea menyebut drone yang ditembak jatuh merupakan drone pengintai Karyal buatan Turkiye.
Menurut Sarea, drone tersebut ditembak jatuh pada Rabu pagi waktu setempat ketika sedang menjalankan operasi militer di wilayah udara Provinsi Saada.
“Drone itu sedang melakukan operasi pertempuran di wilayah udara Provinsi Saada sebelum berhasil kami tembak jatuh,” ujar Sarea dalam keterangannya.
Sebelumnya, pada Minggu (26/7), Houthi juga mengklaim telah menembak jatuh drone pengintai bersenjata Bayraktar Akinci buatan Turkiye yang dioperasikan Arab Saudi di wilayah udara Provinsi Al-Jawf, Yaman utara.
Insiden tersebut menandai meningkatnya intensitas konfrontasi antara Houthi dan Arab Saudi dalam beberapa hari terakhir.
Ketegangan kembali memuncak setelah Houthi pekan lalu mengumumkan larangan maritim terhadap kapal-kapal yang memiliki keterkaitan dengan Arab Saudi di kawasan Laut Merah.
Kelompok itu menyatakan kebijakan tersebut merupakan respons atas dugaan blokade yang dilakukan terhadap sejumlah wilayah yang berada di bawah kendali mereka.
Sejak kebijakan tersebut diberlakukan, kedua pihak dilaporkan saling melancarkan serangan militer yang memperburuk situasi keamanan di kawasan.
Konflik di Yaman sendiri telah berlangsung sejak akhir 2014, ketika kelompok Houthi berhasil menguasai ibu kota Sanaa serta sebagian besar wilayah Yaman utara.
Situasi tersebut kemudian mendorong koalisi militer pimpinan Arab Saudi melakukan intervensi pada 2015 untuk mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional.
Hingga kini, konflik berkepanjangan tersebut masih menjadi salah satu krisis kemanusiaan terbesar di dunia dan terus memicu ketegangan di kawasan Timur Tengah.
(**)











