Influencer Mukbang China Meninggal di Usia 24 Tahun, Diduga Alami Komplikasi Kalium Sangat Rendah

Writer: - Minggu, 13 September 2026
Foto: Site News.

Jakarta, Sumselupdate.com — Kabar duka datang dari dunia mukbang atau siaran langsung makan di China. Seorang influencer mukbang berusia 24 tahun yang dikenal dengan nama Yingying meninggal dunia setelah dilaporkan mengalami henti jantung yang berkaitan dengan kondisi kadar kalium darah sangat rendah.

Kabar kematian Yingying disampaikan orang tuanya melalui media sosial pada Jumat. Yingying disebut meninggal pada 17 Agustus dan diketahui memiliki lebih dari satu juta pengikut.

Read More

Sebelum meninggal, Yingying sempat mengunggah video terakhir pada 14 Agustus. Dalam video tersebut, ia mengungkapkan pengalaman mengalami gangguan kesehatan yang menurut pengakuannya berkaitan dengan kebiasaan makan berlebihan saat menjalani pekerjaannya sebagai influencer mukbang.

Ia menyebut kadar kalium dalam darahnya pernah turun hingga 2,3 dan kondisi tersebut bukan kali pertama dialaminya.

Yingying juga mengaku telah lama memiliki kebiasaan memuntahkan makanan secara paksa. Menurut pengakuannya, kebiasaan tersebut berkaitan dengan tuntutan pekerjaannya sebagai influencer mukbang.

Dalam salah satu sesi siaran langsung, ia bahkan pernah mengaku mengonsumsi sekitar 60 hingga 70 telur pitan atau telur yang diawetkan.

“Meski menghasilkan uang itu penting, kesehatan harus selalu menjadi yang utama,” kata Yingying dalam video terakhirnya, seperti diberitakan China News Service.

Risiko Hipokalemia

Dokter Departemen Kedokteran Umum Zhejiang Hospital, Chai Qichen, menjelaskan bahwa makan dalam jumlah banyak pada dasarnya tidak secara langsung menyebabkan kadar kalium darah turun hingga tingkat yang sangat rendah.

Menurut Chai, kondisi tersebut dapat terjadi ketika seseorang berulang kali kehilangan cairan tubuh, termasuk akibat muntah paksa atau penggunaan obat pencahar.

“Untuk mempertahankan bentuk tubuh sambil tetap makan dalam jumlah besar, sebagian mukbanger makan di depan kamera kemudian memaksakan diri muntah setelah siaran,” jelas Chai, dikutip China News Service.

Cairan dari saluran pencernaan mengandung kalium. Karena itu, muntah atau diare yang berlangsung berulang kali dapat menyebabkan tubuh kehilangan kalium dalam jumlah besar.

Jika berlangsung terus-menerus, kondisi tersebut dapat menyebabkan kadar kalium dalam darah turun dan memicu hipokalemia.

Hipokalemia berat dapat mengganggu fungsi otot, termasuk otot jantung. Dalam kondisi tertentu, gangguan kadar kalium dapat menyebabkan gangguan irama jantung yang berpotensi membahayakan nyawa.

Risiko di Balik Konten Mukbang

Kasus Yingying disebut bukan satu-satunya persoalan kesehatan yang menjadi perhatian di kalangan influencer mukbang di China.

The Paper melaporkan adanya mukbanger yang menjalani pola makan ekstrem demi mempertahankan citra sebagai “pemakan besar” sekaligus menarik perhatian penonton.

Dalam sejumlah kasus yang diberitakan, ada influencer yang disebut mampu mengonsumsi puluhan kilogram makanan dalam waktu singkat. Jenis makanan yang dikonsumsi juga beragam, mulai dari lobster air tawar hingga salmon.

Ada pula influencer yang dilaporkan mengonsumsi dalam jumlah sangat besar dalam satu sesi livestream, termasuk puluhan pangsit dan belasan bungkus mi instan. Pola makan ekstrem tersebut dikaitkan dengan kenaikan berat badan dan berbagai persoalan kesehatan.

Sebagian lainnya bahkan dilaporkan melakukan aksi makan atau minum secara tidak sebenarnya maupun membuat klaim berlebihan mengenai jumlah makanan yang dikonsumsi.

Besarnya kemampuan makan dalam konten mukbang berkaitan dengan jumlah penonton. Semakin tinggi jumlah penonton, semakin besar pula peluang mendapatkan pemasukan melalui iklan maupun aktivitas perdagangan dalam siaran langsung.

Kondisi tersebut dinilai dapat membuat sebagian influencer tetap melakukan siaran meski tubuh mulai menunjukkan tanda-tanda gangguan kesehatan.

China Batasi Konten Makan Berlebihan

Pemerintah China sebenarnya telah menerapkan aturan untuk membatasi konten makan berlebihan di internet.

Konten semacam itu menjadi salah satu sasaran Qinglang Operation. Undang-Undang Anti-Pemborosan Makanan yang disahkan pada 2021 melarang produksi, publikasi, dan penyebaran konten audio maupun video yang mempromosikan konsumsi makanan secara berlebihan.

Selain itu, aturan perilaku bagi streamer online yang diterbitkan pada 2022 juga melarang sejumlah praktik, termasuk berpura-pura makan, sengaja memuntahkan makanan, serta melakukan aksi makan secara berlebihan.

Meski berbagai aturan telah diterapkan, kasus Yingying kembali menyoroti risiko kesehatan yang dapat muncul di balik tren mukbang ekstrem, terutama ketika tuntutan untuk menghasilkan konten dan menarik penonton mendorong seseorang melakukan pola makan yang berisiko.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts