Terdakwa Kopda Bazarsah Akui Kelola Judi Sabung Ayam di Way Kanan, Klaim Sudah Koordinasi dengan Aparat

Writer: - Senin, 14 Juli 2025
Sidang militer terdakwa Kopda Bazarsah di Pengadilan Militer I-04 Palembang. (Sumselupdate.com/ Ist)

Palembang, Sumselupdate.com — Fakta mengejutkan terungkap dalam sidang militer terdakwa Kopda Bazarsah di Pengadilan Militer I-04 Palembang.

Di hadapan majelis hakim, terdakwa secara blak-blakan mengaku telah lama mengelola gelanggang judi sabung ayam di Way Kanan, Lampung, bahkan menyebut adanya “koordinasi” dengan sejumlah aparat.

Read More

Di hadapan majelis hakim Pengadilan Militer I-04 Palembang yang diketuai Kolonel CHK Fredy Ferdian Isnartanto, terdakwa Bazarsah mengatakan, sebulan sebelum kejadian penembakan dirinya sempat mendatangi lokasi judi sabung ayam di Tulang Bawang.

Kejadian penggerebekan tersebut bukan menjadi pembelajaran justru membuat dirinya tetap melanjutkan bisnis ilegal tersebut.

“Apakah karena terdakwa merasa sebagai anggota tentara, jadi anda merasa aman mengelola tempat judi,” tanya Hakim Kolonel CHK Fredy Ferdian Isnartanto, Senin (14/7/2025).

Mendapat pertanyaan tersebut, Kopda Bazarsah hanya mengiyakan.

Dirinya masih mengelola tempat judi tersebut hingga hari kejadian penembakan.

Menurutnya kejadian di Tulang Bawang sempat dihadiri terdakwa karena diundang untuk berjudi.

“Setahu saya punya tentara juga sama polisi yang digerebek di Tulang Bawang oleh Polres setempat. Saat itu saya ada di sana main, dimana jarak dari Way Kanan ke Tulang Bawang sekitar tiga jam,” jelasnya.

Ketertarikan dirinya terhadap judi sabung ayam sudah lama dan menjadi hobi yang akhirnya dijadikan bisnis ilegal.

Dalam sepekan dirinya rutin mengadakan judi dua kali pada hari Senin-Kamis. Di luar kegiatan besar, gelanggang judi yang dikelolanya dapat didatangi 40-60 orang dalam sehari.

Menurutnya banyak lokasi judi sabung ayam yang tersebar di Lampung Tengah hingga Tulang Bawang namun khusus di Way Kanan dirinya lah yang mengelola tempat judinya. Beberapa pemain judi bahkan datang dari luar Lampung seperti Palembang.

“Bagi yang suka judi kegiatan ini dianggap positif, kalau bagi yang gak suka negatif. Tapi secara umum judi ini dampak judi ini negatif dan motivasi saya menggelar judi karena untuk mendapat uang lebih,” ungkap Bazarsah.

Dalam kongsi judi dengan Peltu Yun Heri Lubis, dirinya membagi peran diantara keduanya. Bazarsah fokus untuk mengelola tempat sedangkan Lubis yang menjalin koordinasi dengan Polsek, PTPN dan Koramil.

“Sebelumnya sudah ada koordinasi termasuk dengan kapolsek. Koordinasi ini sudah terjadi sejak kapolsek lama sebelum tahun 2023 saat pertama kali membuka gelanggang judi di tahun 2017 silam,” tuturnya

Dalam uang koordinasi yang sering diberikannya, tak jarang dirinya memberi uang mulai dari Rp1 juta sampai Rp2 juta per kegiatan tergantung ramai atau tidaknya gelanggang perjudian yang digelar.

Dirinya pun mengaku kaget saat hari penggerebekan lantaran merasa telah berkoordinasi dengan polisi.

“Katanya (Kapolsek) ‘lanjut aja dek, asal jangan buat keributan’. Saya marah sudah dikoordininir ternyata digerebek,” tutup.(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts