Terbukti Lakukan Pungutan Liar, Sekolah Akan Disanksi Tegas

Gubernur Sumatera Selatan, Alex Noerdin

Palembang, Sumselupdate.com – Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin menyanyangkan adanya pungutan liar yang dilakukan oleh oknum sekolah sehingg memberatkan bagi calon siswa serta para orang tua yang akan menyekolahkan anaknya pada tahun ajaran baru 2016.

Ia mengaku belum mengetahui adanya pungutan liar tersebut dan baru mengetahui informasi dari awak media yang mencoba memintai tanggapannya di ruang auditorium Pemprov usai melaksanakan sholat Jum’at (15/7) siang.

Ia berjanji akan melacak sekolah yang melakukan pungutan liar, apalagi kalau sampai berlebihan hingga memberatkan para wali murid yang tidak mampu untuk menyekolahkan anaknya. Kalau terbukti ada sanksi tegas hingga penutupan sekolah.

“Kalau sekolah gratis semua akan digratiskan, kecuali untuk beli buku dan seragam sekolah bagi para siswa yang bersekolah di sekolah tersebut, nah kalau di luar itu dibolehkan ada pungutan tapi dengan ketentuan yang ada” ungkapnya.

Disinggung mengenai banyak sekolah yang menjual alasan sekolah unggulan untuk mendulang untung besar dari para siswa pada musim tahun ajaran baru, ia menyampaikam akan mempelajarinya dam akan memanggil pihak terkait untuk mendapatkan masukan.

“Intinya tidak boleh sekolah minta bayaran tinggi berlindung dibelakang komite sekolah, harus ada batasan nominalnya,” tegasnya.

Seperti diketahui ada banyak oknum sekolah setara SMA Negeri di Palembang yang menarik bayaran dengan harga fantastis hingga Rp 20 juta rupiah dan ini sangat memberatkan masyarakat di tengah ekonomi yang sulit.

Bahkan seperti yang ramai dibincangkan di media, ada calon siswa yang kurang mampu namun memiliki prestasi baik terpaksa harus menguburkan niatnya untuk sekolah di SMA unggulan karena tergeser oleh calon siswa lain yang memiliki uang. (adi)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.