Tegas! Iran Tolak Gencatan Senjata, Minta Perang Diakhiri Permanen

Writer: - Senin, 23 Maret 2026
Warga menghadiri pertemuan untuk menyatakan sumpah setia kepada pemimpin tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, di Lapangan Enghelab di Teheran, Iran, pada 9 Maret 2026. (Xinhua/Shadati)

Teheran, Sumselupdate.com – Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi mengungkapkan bahwa sejumlah negara tengah melakukan upaya mediasi untuk mengakhiri perang antara Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran.

Pernyataan tersebut disampaikan Araghchi dalam wawancara dengan kantor berita Jepang Kyodo News pada Jumat (20/3/2026) yang dipublikasikan sehari kemudian.

Read More

Dalam keterangannya, Araghchi menegaskan bahwa Iran terbuka terhadap setiap inisiatif yang bertujuan mengakhiri konflik. Namun, ia menekankan bahwa Iran tidak menginginkan sekadar gencatan senjata.

“Iran tidak menginginkan gencatan senjata, tetapi pengakhiran perang secara penuh, komprehensif, dan abadi,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa perang tersebut telah “dipaksakan” kepada Iran. Menurutnya, serangan terjadi saat Teheran tengah melakukan negosiasi nuklir dengan Amerika Serikat.

Araghchi menyebut respons Iran terhadap serangan gabungan AS dan Israel merupakan bentuk pembelaan diri dan akan terus dilakukan selama diperlukan.

Terkait Selat Hormuz, ia memastikan Iran tidak menutup jalur perairan strategis tersebut. Namun, Iran memberlakukan pembatasan terhadap kapal-kapal milik negara yang terlibat dalam serangan terhadap Iran.

Meski demikian, Iran menyatakan siap menjamin keamanan jalur pelayaran bagi negara lain yang melintasi Selat Hormuz, dengan syarat adanya koordinasi dengan pihak Teheran.

Sebelumnya, pada 28 Februari 2026, Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan gabungan terhadap Teheran dan sejumlah kota lain di Iran. Serangan tersebut menewaskan pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei, beserta sejumlah komandan militer senior dan warga sipil.

Sebagai balasan, Iran meluncurkan gelombang serangan rudal dan drone yang menargetkan wilayah Israel serta sejumlah pangkalan dan aset milik Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts